Kebijakan Ekonomi yang Konyol

Kamis, 26 November 2009 – 14:00 WIB
Foto: JPNN
TAMPAKNYA Boediono (sewaktu menjadi Gubernur BI) dan Sri Mulyani Indrawati (waktu itu juga Menkeu) tidak pernah mau belajar dari kasus BLBI Jilid IDengan dalih adanya krisis finansial Amerika yang dikhawatirkan berdampak sistemik terhadap perekonomian dan bank-bank Indonesia, maka dikucurkan dana Rp

BACA JUGA: Hargai Pilihan Presiden

6,7 triliun ke Bank Century yang pada akhirnya bermasalah itu.

Sebuah keputusan ekonomi haruslah berdasarkan data alfanumerik (kualitatif dan kuantitatif) dengan mengantisipasi dampak dari keputusan ekonomi yang akan diambil
Antara lain harus mempertimbangkan faktor kemungkinan terjadinya kriminalitas bank

BACA JUGA: BHD Tak Perlu Bentengi Susno Duaji

Walaupun dana itu berasal dari simpanan beberapa bank, namun harus dipahami bahwa bank pemerintah juga ikut membayar iuran atai premi ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Apalagi uang yang ada di bank adalah uang rakyat.

Bisa ditarik kesimpulan bahwa apa yang dilakukan oleh Boediono dan Sri Mulyani Indrawati merupakan keputusan ekonomi berbasiskan cara berpikir yang pendek

BACA JUGA: Revisi Keppres Ancam Pengusaha Kecil

Tidak mengantisipasi segala kemungkinan, apalagi pada awalnya Bank Century sudah diketahui banyak kelemahan dan keganjilan.

Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Blok S-1/11, Tangerang
indodata@yahoo.com

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tarian Pendet Bukti Kerdilnya Malaysia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler