Kekeringan, Waduk Stop Aliri 11 Ribu Hektar Sawah

Rabu, 05 September 2018 – 14:04 WIB
Waduk mengalami kekeringan. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, MADIUN - Debit air di tiga waduk di Kabupaten Madiun, Jatim mengalami penurunan. 

Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di Kabupaten Madiun mengatakan dari tiga waduk, Waduk Dawuhan yang normalnya 5180 kubik kini mengalami penyusutan hingga 508 kubik, dan Waduk Saradan 2,430 juta kubik mengalami penyusutan menjadi 40 ribu kubik.

BACA JUGA: Petani Tomat Terpaksa Gigit Jari di Musim Kemarau

Karena itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terpaksa menutup pintu saluran tersebut hingga datang musim penghujan.

Untuk sementara waktu, sekitar 11 ribu hektar sawah yang biasanya teraliri air irigasi dari aliran waduk harus berpuasa.

BACA JUGA: Air di Waduk Menyusut, Warga Mulai Resah

Sementara Waduk Notopuro yang normalnya bisa menampung air 2,490 juta kubik, kini hanya tersisa air 243 ribu kubik.

Rata-rata penutupan aluran air waduk tersebut , ditutup sejak pertengahan Agusutus kemarin .

BACA JUGA: Air Telaga Mengering, Ratusan Warga Krisis Air Bersih

"Dampak dari penutupan tiga waduk tersebut , yakni sekitar 11 ribu hektar area persawahan tidak mendapat jatah aliran air waduk . Warga yang biasanya menanam padi diminta agar musim tanam tiga kali ini untuk menanam palawija. Sehingga kebutuhan airpun tidak terlalu banyak," kata Hekso Setyo Rahardjo, Plt Kepala DPUPR Kabupaten Madiun .

Meskipun saat ini masih ada stok air di tiga waduk tersebut Pemkab Madiun berkoordinasi dengan BBWS Solo tidak akan membuka pintu air sebelum datangnya musim penghujan.

Sisa air tersebut sengaja disisakan untuk menjaga konstruksi bangunan waduk.(end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Krisis Air Bersih, Warga Harus Jalan Jauh ke Bukit


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler