Kelangkaan Listrik Nasional, Bisa Diatasi Dengan Cara ini

Sabtu, 27 Agustus 2016 – 17:31 WIB
Ilustrasi. Foto Pontianak Post/jpnn.com

jpnn.com - JAKARTA - General Manager Asian Agri Freddy Widjaya mengatakan, tenaga listrik yang didapat dari sumber terbarukan, seperti minyak kelapa sawit, mempunyai potensi untuk memecahkan masalah kelangkaan listrik nasional.

Hal itu, sambung Freddy, telah dibuktikan oleh Asian Agri yang telah membangun lima pembangkit listrik tenaga biogas di Riau, Jambi dan Sumatra Utara.

BACA JUGA: Menpar Arief Yahya Ajak Pengusaha Tiongkok Garap Potensi Pariwisata Indonesia

"Masing-masing PLTBG mampu menghasilkan 2 Mw listrik. Pembangkit listrik yang dibangun ini adalah salah satu dari 20 PLTBG, yang akan dibangun perseroan hingga 2020," ujar Freddy dalam siaran persnya, Sabtu (27/8).

Freddy memerinci, seandainya satu rumah tangga sederhana membutuhkan 900 watt, maka kelebihan listrik Asian Agri saat ini bisa dimanfaatkan lebih dari 7000 rumah tangga.

BACA JUGA: Menteri Basuki Optimistis Daya Beli Masyarakat Atas Rumah Tetap Ada

Bagian usaha Grup Royal Golden Eagle (RGE), yang bergerak di bidang sawit, menargetkan akan membangun hingga 20 unit sampai 2020. Dengan begitu, pada 2020, sekitar 28 ribu rumah akan bisa menikmati tenaga listrik ini.

"Asian Agri telah menghasilkan energi terbarukan yakni biodiesel, dan mengolah limbah cair sawit (POME) untuk menghasilkan biogas sebagai sumber energi listrik. Pengolahan POME juga mengurangi emisi gas rumah kaca," papar Freddy.

BACA JUGA: Catat, Negara Kantongi Pemasukan 70 Persen dari Setiap Batang Rokok

"Bayangkan jika seluruh pelaku industri kelapa sawit mengambil peran melakukan inisiatif serupa. Masalah kelangkaan listrik nasional akan terpecahkan tanpa perlu investasi dari pemerintah serta masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama dalam kegelapan," imbuhnya. (chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Beli Tanah Lebih Murah Dari Harga Permen, Jababeka Diduga Melanggar Aturan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler