JAKARTA - Mabes Polri menyebut kelompok Abu Omar tak hanya mengincar kantor polisiPolri mengungkapkan kelompok Abu Omar juga hendakcmelancarkan serangan terhadap warga Syiah di sejumlah daerah di Indonesia
BACA JUGA: KIDP: UU Penyiaran Ditafsirkan Sepihak
Kesimpulan ini diperoleh dari keterangan sejumlah saksi yang dicecar polisi
BACA JUGA: Daftar Hadir Dewan Harus Diumumkan
"Mereka ingin memerangi kaum Syiah di Indonesia,’’ ujarnya Saud di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11).Dijelaskannya, dari dokumen yang telah disita polisi terungkap bahwa kelompok yang disebut sebagai pemasok senjata ilegal dari Filipina ini hendak melancarkan sejumlah aksi teror terutama ke sejumlah objek vital milik polri
BACA JUGA: DPR Tidak akan Bernegosiasi dengan KPK
Demikian halnya kelompok Syiah yang bersebrangan faham dengan mereka"Mereka (kelompok Abu Omar, red) sedang menunggu kesempatan (untuk menyerang),’’ tambahnya.
Aksi serangan ini, tambah Saud, telah disiapkan dalam bentuk persediaan logistik berupa senjata api dan amunisiSelain itu serangkaian pelatihan militer telah dirancang sebagai persiapan awal‘’Mereka juga telah mempersiapkan pelatihan militer,’’ tegas Saud.
Dalam pelatihan militer ini sebutnya, kelompok ini telah mempersiapkan modul berupa pelatihan menembak, bongkar pasang senjata hingga pelatihan aksi penculikanNamun demikian pelatihan ini terpaksa diurungkan menyusul penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Abu Omar dan para pengikutnyaOmar ditangkap Juli lalu terkait kasus kepemilikan senjata.
Sejumlah warga yang diduga terkait jaringan ini juga ditangkap akhir pekan kemarinEmpat warga ditangkap pada Sabtu (12/11) di Jakarta Utara dan Tangerang, sedangkan dua lainnya ditangkap di Jakarta Timur dan Bekasi pada Minggu (13/11)
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua pucuk senjata api (senpi) jenis M 16, sepucuk senpi jenis Jungle, satu pucuk senpi jenis FN, 888 butir peluru berbagai kaliber, serta enam buah magazineDari penangkapan ini jumlah warga diduga terkait dan ditangkap sebanyak 18 orang.(zul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Penuntasan Century Ada di DPR
Redaktur : Tim Redaksi