Keluarga Emir Qatar Mengaku Disekap Uni Emirat Arab

Senin, 15 Januari 2018 – 17:43 WIB
Sheikh Abdullah bin Ali Al Thani (Peninsula Online)

jpnn.com, DOHA - Kawasan Timur Tengah tak pernah sepi dari drama. Terbaru, anggota keluarga kerajaan Qatar, Sheikh Abdullah bin Ali Al Thani mengaku disekap Uni Emirat Arab (UEA).

Pengakuan sang seikh direkam dalam sebuah video yang kemudian dikirimkan secara online. Dalam video itu dia mengatakan, otoritas setempat langsung menahannya setelah tiba di Abu Dhabi sebagai tamu.

BACA JUGA: Video Pernikahan Gay Gegerkan Saudi, Kiamat Sudah Dekat?

"Saya berada di Abu Dhabi sebagai tamu Sheikh Mohammed, namun kondisinya sekarang saya seperti tahanan," kata Sheikh Abdullah dalam rekaman tersebut.

Dia melanjutkan, "Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa jika terjadi sesuatu pada saya, jangan salahkan Qatar," tambah Al Thani. Namun, hingga saat ini keaslian rekaman belum bisa segera diverifikasi.

BACA JUGA: Ogah Bayar Listrik Sendiri, Sebelas Pangeran Saudi Masuk Bui

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan, Sheikh Abdullah datang ke Abu Dhabi atas permintaannya sendiri sebagai tamu.

Pejabat tersebut mengatakan, klaim Sheikh Abdullah ditahan adalah kebohongan.

BACA JUGA: Mau Umrah, Jemaah Qatar Malah Masuk Sel Saudi

"Dia bebas untuk bergerak dan telah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan negara, semua prosedur difasilitasi untuknya tanpa adanya hambatan," kata pejabat tersebut.

Sheikh Abdullah adalah putra Emir Qatar Ali bin Abdullah Al Thani. Dia muncul sebagai pemimpin oposisi di Qatar setelah konflik pecah dengan negara-negara teluk lainnya, termasuk UEA dan Arab Saudi.

Dia kerap secara terbuka mengkritik kebijakan Emir Tamim bin Hamad Al Thani. Sheikh Abudllah diduga pergi ke UEA bersama keluarganya untuk mencari suaka.

Sementara itu, pemerintah Qatar mengaku belum dapat informasi yang solid tentang kondisi UEA. Hubungan buruk dengan negara tetangganya itu, membuat Qatar kesulitan memastikan klaim Al Thani.

Namun Qatar tetap memantau situasi tersebut. "Pada prinsipnya, Qatar mendukung perlindungan hak setiap individu berdasarkan hukum," kata pihak Kementerian Luar Negeri Qatar. (Reuters/iml/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Iran Tuding AS dan Saudi Biang Kerok Demonstrasi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler