Kemensos Bawa Anak Penderita Hidrosefalus ke Jakarta untuk Pengobatan

Sabtu, 08 Januari 2022 – 19:36 WIB
Mensos Tri Rismaharini kembali mengunjungi M. Parhan untuk mengetahui kondisinya. Kemensos membawa anak penderita hidrosefalus tersebut ke Jakarta untuk pengobatan. Foto: Humas Kemensos

jpnn.com, SUKABUMI - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kembali mengunjungi rumah M. Parhan Kulyubi (4) yang mengalami sakit hidrosefalus di Kecamatan Pabuaran, Sukabumi, Jumat (7/1).

Risma ingin melihat dan mengetahui riwayat pengobatan anak kedua Rosita ini.

BACA JUGA: Kemensos Tinjau Korban Banjir di Padang Lawas, Risma Beri Pesan Begini

Rosita yang tak kuasa menahan tangis berbincang dengan Mensos Risma soal dirinya sebagai orang tua tunggal banting tulang menghidupi keluarga.

Perempuan berusia 36 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci motor di dekat rumah dan terkadang mengojek.

BACA JUGA: Kemensos dan Kementerian PUPR Membangun Rusun untuk Kelompok Ini

Tuntutan untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja di luar rumah membuat anak pertamanya, Silvi Puspasari (14), harus menunggui Parhan Kulyubi (4).

“Ibu minta apa? Bekerja yang ibu bisa sambil menunggui anak?” ujar Risma.

BACA JUGA: Kemensos Bantu Anak Penderita Hidrosefalus, Motivasi Risma Bikin Terenyuh

“Ya, bantuan warung saja, Bu,'' ujar Rosita.

“Ya, saya bantu. Nanti rumahnya direnovasi untuk usaha warung. Saya bantu juga ternak ayam petelur. Jadi, telurnya bisa dimakan,” kata Risma.

Rosita menceritakan, dirinya menyadari Parhan berbeda saat berusia 5 bulan.

Saat diperiksa di posyandu, ukuran kepala Parhan di atas normal.

Petugas posyandu menyarankan Rosita agar memeriksakan Parhan ke puskesmas atau rumah sakit.

“Saya pernah membawa Parhan berobat dan dioperasi saat berusia 14 bulan,” kata Rosita.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ada cairan di kepala Parhan pada 2019. Selanjutnya, kornea mata Parhan timbul bercak putih.

Pengobatan Parhan kemudian tidak bisa berlanjut karena terkendala biaya.

“Kartu BPJS saya diblokir karena menunggak,” kata Rosita.

Kemudian, Mensos Risma meminta aparat desa dan dinas sosial memastikan nama Rosita masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) agar mendapatkan bantuan sosial.

“Kami akan beri bantuan sosial PKH dan BPNT. Kemudian, diberi modal usaha warung,” ucap Risma.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyetujui tawaran Mensos yang akan membawa Parhan ke Jakarta untuk menjalani pengobatan dan terapi.

“Parhan masih bisa disembuhkan. Harus cepat diobati,” kata Risma.

Melalui Balai Phala Martha Sukabumi, Kemensos telah memberikan bantuan Atensi kepada Rosita.

Yakni, dukungan pemenuhan hidup layak yang terdiri atas beras, telur, minyak, kecap, tepung terigu, kacang hijau, gula merah, susu, biskuit, makanan ringan, kasur, selimut, bantal, dan mainan anak.

Balai Phala Martha juga memberikan dukungan psikososial kepada Rosita agar tetap semangat.

Petugas balai juga berkoordinasi dengan desa dan kecamatan untuk pengaktifan kembali BPJS yang sudah diblokir dan fasilitas perawatan dan dokter terkait kebutuhan pengobatan yang terbaik untuk Parhan. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemensos Diminta Lanjutkan Program Pejuang Muda karena Hal Ini


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler