Kemensos Salurkan Bantuan Atensi Rp 1,06 Miliar bagi Penerima Manfaat di Bali

Selasa, 19 Oktober 2021 – 10:38 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam kegiatan peresmian Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Balai Mahatmya, Tabanan, Bali, Senin (18/10). Foto: Kemensos.

jpnn.com, TABANAN - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) di Provinsi Bali.

Bantuan menjangkau 1.676 penerima manfaat dengan nominal sebesar Rp 1,06 miliar.

BACA JUGA: Kemensos Bergerak, Bantuan Gempa Bali dan Bencana Polewali Mandar Meluncur

Mensos Risma menjelaskan dalam bantuan Atensi tersebut juga termasuk untuk 90 anak yatim, piatu dan yatim-piatu di Provinsi Bali.

"Anak yatim diberikan bantuan, yaitu Rp 200 ribu bagi yang sudah selesai dan Rp 300 ribu untuk yang belum sekolah," kata Mensos Risma dalam kegiatan peresmian Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Balai Mahatmya, Tabanan, Bali, Senin (18/10).

BACA JUGA: Mensos Minta Bupati Bangli Siapkan Lokasi Bufferstok Pangan untuk Penyintas Bencana

Mensos hadir didampingi Sekjen Kemensos Harry Hikmat, pejabat eselon I dan staf ahli menteri.

Hadir juga dalam kesempatan ini anggota Komisi VIII DPR IGN Kesuma Kelakan, anggota DPD Anak Agung Gde Agung, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

BACA JUGA: Ini Pesan Mensos Risma Usai Resmikan SKA Paramita, Simak!

Dalam kesempatan tersebut, kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu yang hadir di Balai Mahatmya, Mensos menyatakan agar mereka tidak takut dan khawatir.

"Ada ibu ya.  Silakan kalau kalian ada apa-apa bisa menghubungi ibu ya,"  kata mantan Wali Kota Surabaya itu.

Kemensos telah menyusun program perlindungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu mencakup sasaran sebanyak 4.043.622 anak.

Meliputi 20 ribu anak yang ditinggal orangtua akibat Covid-19, 45 ribu anak yang diasuh di LKSA, dan 3.978.622 anak diasuh oleh keluarga tidak mampu.

Perlindungan sosial bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 merupakan salah satu langkah strategis memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi meski dalam situasi sulit.

Kemensos juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk menyiapkan dukungan anggaran kurang lebih sekitar Rp 3,2 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis Mensos Risma menyerahkan bantuan senilai  Rp 1,05 miliar yang terdiri dari dukungan aksesibilitas (tongkat penuntun adaptif, kursi roda, walker, alat peraga edukatif, alat bantu dengar, dan bantuan buku literasi Braille), tabungan anak yatim, piatu dan yatim piatu, kebutuhan dasar dan nutrisi.

Bantuan juga diberikan dalam bentuk bantuan kewirausahaan, seperti usaha ukir, makanan, cuci motor, jahit, kelontong, usaha perlengkapan upacara adat, merajut, bertani, ternak, laundry, usaha gula aren,  massage, kuliner, bengkel motor, cat motor, dan pembuatan meubelair.

Bantuan secara total menjangkau sebanyak 1.679 penerima manfaat.

Bantuan Atensj tersebut dikelola oleh Satker di lingkungan Kemensos, seperti Balai Besar Inten Soeweno Cibinong, Balai Besar Kartini Temanggung, Balai Naibonat Kupang, Balai Galih Pakuan, Balai Wyata Guna, Balai Abiyoso, Balai Antasena Magelang, Balai Paramita Mataram, Balai Satria Baturraden, dan  Balai Margo Laras Pati.

Bersamaan dengan penyerahan bantuan, diresmikan juga Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Balai Mahatmiya yang merupakan SKA ke- 10 yang resmi dibuka Mensos.

SKA Mahatmiya merupakan pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat dalam satu kawasan.

Sentra ini juga akan menjadi kawasan pemberdayaan untuk menciptakan embrio-embrio wirausaha mandiri.

Mensos Risma berharap di SKA ini anak-anak bisa berlatih dan menambah keterampilan untuk bekalnya mengembangkan usaha saat sudah dewasa kelak.

"Jadi kalian disini tidak hanya bisa membuat karya sekedar bisa, tetapi bagaimana karya itu bisa memiliki nilai tambah sehingga memiliki daya jual yang tinggi," ujar Risma.

Di SKA Mahatmiya terdapat sentra kuliner dan artne coffee, barista, rumah produksi,  massage, sentra hasil kerajinan tangan penerima manfaat, dan spa.

Selain itu juga terdapat workshop sebagai wahana pelatihan dan terapi bagi penerima manfaat, yaitu budidaya jamur tiram, ikan, lebah Klanceng, keterampilan las produksi, pertukangan kayu dan keterampilan kecantikan.

SKA merupakan bentuk upaya Kemensos membantu kelompok marjinal seperti pemulung, gelandangan dan pengemis.

Para penerima manfaat memperoleh berbagai layanan baik terapi psikologis, bimbingan sosial, pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan.

Di sini, mereka juga diberikan pendampingan dan penguatan untuk kewirausahaan melalui usaha kafe, galeri, ternak lele, tanaman hidroponik, laundry, dan juga berjualan di toko kelontong.

Kemensos menyadari besarnya tantangan menghadapi situasi terkini yang tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun dan belum pasti kapan akan berakhir.

SKA diharapkan menjadi sarana meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok marjinal. (mrk/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mensos Risma Tegaskan Anak TKW Bisa Cairkan Bansos dengan Surat Kuasa


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler