JAKARTA - Pemerintah menuntaskan penghitungan akhir total kerugian terkait letusan Gunung MerapiKemenko Kesra memperkirakan kerugian letusan Merapi telah mencapai angka Rp 7 triliun
BACA JUGA: KPK Sebut Darmin Abaikan Rekomendasi
Kerugian itu meliputi kerusakan infrastruktur, rumah-rumah penduduk yang hancur, hingga terganggunya kegiatan ekonomi penduduk"Termasuk terganggunya perekonomian dan berkurangnya pendapatan daerah akibat tamu-tamu hotel yang menurun," kata Menko Kesra Agung Laksono di Jakarta tadi malam
BACA JUGA: Pengacara Antasari Ajak Jaksa Ajukan PK
Agung baru saja meninjau langsung lokasi bencana Merapi dan banjir lahar dingin di permukiman sepanjang jalur arteri Jogja-Magelang.Mantan Ketua DPR RI itu mengatakan, dampak kerugian itu dirasakan hampir oleh seluruh warga di wilayah Jateng dan Jogja
BACA JUGA: Menkokesra Fokuskan Pemindahan Warga Merapi ke Shelter
Sampai saat ini pemerintah masih akan fokus melakukan perbaikan dan optimalisasi sarana dan prasarana umum, sehingga jalan-jalan tidak lagi terputus dan aktivitas masyarakat kembali normalAgung mengatakan, sungai-sungai yang dialiri aliran lahar dingin akan kembali dikeruk dan difungsikan lagi untuk mengantisipasi agar jika kejadian serupa tidak merugikan penduduk"Supaya sisa lahar dingin yang berpotensi turun tidak lagi menerjang rumah penduduk dan bisa mengalir di aliran sungai," kata dia.
Agung menegaskan, kerugian terbesar masyarakat terutama dari sisi ekonomiSeperti perkebunan salak yang menghasilkan nilai kerugian sekitar Rp 240 miliarSelain itu, menurut dia, banyak kegiatan perekonomian yang macet akibat dampak letusan Gunung Merapi.(zul/agm)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kubu Antasari Minta Cirus Sinaga Diperiksa
Redaktur : Tim Redaksi