Kesepakatan Batas Laut Diteken di Geladak Kapal

Kamis, 12 Februari 2009 – 21:36 WIB
JAKARTA – Indonesia dan Singapura telah menyepakati titik-titik batas wilayah laut di sebelah utara Pulau NipahUntuk itu, penandatanganan kesepakatan antara kedua negara itu akan dikemas khusus di atas geladak kapal.Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, Kamis (12/2) meyatakan, pihaknya telah mendapat informasi dari Menteri Luar Negeri tentang kesepakatan batas laut kedua Negara itu

BACA JUGA: Wiranto Balik Ingatkan Purnawirawan Birokrat

"Informasi yang kami dapat dari Menlu, batas Indonesia-Singapura di sebelah utara Nipah telah disepakati dan diterima serta akan ditandatangani kedua negara di atas KRI (Kapal Republik Indonesia) atau RSS (Kapal Angkatan Laut Singapura)," ujar Kasal.

Hanya saja pengganti Slamet Soebijanto di kursi pimpinan tertinggi TNI AL ini memang tidak menyebutkan secara rinci kapan acara penandatanganan perjanjian perbatasan laut itu akan digelar
Dalam RDP itu, Komisi I DPR sempat mengkritik lambatnya pembangunan di Nipah yang dianggap sangat strategis bagi kedaulatan NKRI

BACA JUGA: Anggaran BBM Cekak, KRI Terancam Mangkrak

Menanggapi hal tersebut, KASAL menegaskan, pembangunan Nipah berada di bawah koordinasi langsung Menko Polhukam
Sementara tugas TNI AL, katanya, adalah mengamankan Nipah.

"Dalam upaya mengamankan Nipah, TNI AL menempatan 32 marinir serta membangun Posal (Pos TNI AL) di bawah Lanal (Pangkalan TNI AL) Batam," tegasnya.

 Malaysia Incar Gosong Niger di Kalbar

Dalam kesempatan itu KSAL juga mengugkpakan tentang ancaman atas hilangnya Gosong Nigger yang letaknya berdekatan dengan perairan Natuna namun secara administratif berada di bawah Provinsi Kalimantan Barat

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Bos Harian SIB Diburu Polisi

KASAL memang tidak menampik kekhawatiran Komisi I DPR tentang bakal dicaploknya Gosong Niger oleh MalaysiaNamun demikian ditegaskannya, Gosong Niger mutlak milik Indonesia"Gosong Niger berada di wilayah kedaulatan RI dan telah dipasangi rambu suar oleh DephubNamun demikian TNI AL telah mengantisipasi berbaga kemungkinan yang terjadi," ujarnya.

KASAL menyebutkan, antisipasi akan kemungkinan hilangnya Gosong Niger itu diantaranya dengan mendirikan Pos TNI AL di tiga pulau yang berdkatan dengan Gosong Niger serta menambah frekuensi patroli.

"TNI AL melakukan patroli di perbatasan Malaysia secara terus menerus dan membentuk pos pengamat TNI AL (Posal) di Pulau Midai, Pulau Sarasan dan Pulau SubiKetiga Posal itu berdekatan dengan Gosong Niger," tandasnya.(ara)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ikut Seleksi Hakim MK, Caleg DPD Dipersoalkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler