Ketapel Paku jadi Senjata Bentrok Manis Lor

Tercatat 4 Luka Serius

Jumat, 30 Juli 2010 – 08:58 WIB

KUNINGAN - Situasi di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, mulai terkendali setelah aparat kepolisian setempat mendatangkan bala bantuan dari Dalmas Polres Kuningan dan 1 kompi tambahan Brimob CirebonTercatat ada 4 korban luka dalam bentrokan Ormas Islam dan Jemaat Ahmadiyah yang terjadi kemarin (29/7)

BACA JUGA: Presiden Panggil Kapolri

Rinciannya, 1 korban dari pasukan Brimob Cirebon, 3 dari Ormas Islam
Sedangkan jumlah korban luka dari Ahmadiyah belum diketahui

BACA JUGA: Stop Kirim TKI ke Jordania

Rata-rata korban luka akibat terkena lemparan batu atau kena paku yang dihujamkan dengan ketapel


Dalam bentrokan itu, ribuan pasukan gabungan Ormas Islam dari FPI, MMI, FUI, Foskawal, Garis, Gapas, Gamas, Siluman bersatu

BACA JUGA: Operasi Anti Bandit Jelang Bulan Puasa

Mereka datang bukan sekadar dari Kuningan, tetapi juga Majalengka, Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan BantenTanda-tanda terjadinya kerusuhan sudah terlihat sejak pagiPukul 7.30, massa sudah berkumpul di area Masjid Al Huda Desa Manis Lor untuk IstighosahDihadapan ribuan massa, para ulama secara bergiliran melakukan orasi, termasuk Bupati dan Kapolres

Ormas Islam bereaksi karena tak puas dengan keputusan Bupati agar persoalan Ahmadiyah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.Alasannya, beberapa kali tindakan tegas pemerintah daerah dalam menyegel masjid dan musala Ahmadiyah selalu gagalWarga Ahmadiyah bahkan melawan, dan dinilai telah melecehkan pemerintah daerah

Terkait hal itu, sejumlah Ormas Islam memilih untuk bertempur membumi hanguskan AhmadiyahTerbukti, setelah bubar Istighosah, mereka bergerak ke komplek AhmadiyahGerakan dengan gema ”Allahu Akbar” itu kontan membuat aparat kelabakan

Dua kompi pasukan Brimob disiagakan untuk menghadang massa Ormas Islam pada jarak 500 meter dari titik pertahanan warga AhmadiyahPasalnya, berjarak 20 meter dari arah Masjid Ahmadiyah, ribuan pemuda Ahmadiyah juga sudah siap menyambut penyerangan tersebutBentrok Ormas Islam dan pasukan Brimob terjadiMereka saling dorongTameng Brimob juga menjadi sasaran aksi tendangan massa untuk mendobrak pertahanan pasukan anti huru hara tersebutBahkan, sebuah tendangan melayang dari anggota Ormas Islam sempat menyerempet seorang kyai dan wartawan koran ini sebelum akhirnya melabrak barisan BrimobSang kyai pun terjatuh dan dibopong ke pinggir untuk diamankan.

Situasi makin panas ketika massa Ormas Islam menghujani pasukan Brimob dengan batuTampak sekali, pasukan Brimob dilempari batu-batu berukuran besar dari jarak dekatAkibatnya seorang Brimob mengalami luka serius dibagian pinggangTak sanggup bertahan, merekapun kocar-kacir

Sukses mendobrak barisan Brimob, massa Ormas Islam merangsek maju ke arah ribuan warga Ahmadiyah yang juga sudah siap tempurDengan jarak 60 meteran, aksi saling lempar batu antara Ormas Islam dan warga Ahmadiyah membuat suasana Desa Manis Lor mencekamDari arah Ahmadiyah, senjata yang dilemparkan bukan sekadar batu, tetapi juga kelereng dan pakuKedua benda membahayakan itu dipanahkan dengan menggunakan alat berupa ketapelMenurut informasi, para pemilik ketapel itu disebut pasukan Bandring Ahmadiyah.

Akibatnya, 3 anggota Ormas Islam mengalami luka seriusMereka lengah karena kelereng dan paku yang dilesatkan ketapel warga Ahmadiyah begitu cepat dan nyaris tak terlihatBentrokan terus berlangsung selama 4 jamAksi masing-masing massa tersebut berhenti setelah mendengar lantunan adzan sebagai panggilan sholat dzuhur dari Masjid, pukul 12.00Berkat negosiasi Kapolres beserta jajarannya dengan dua kubu bertikai tersebut, massa akhirnya membubarkan diri dan berkumpul di Masjidnya masing-masing.
 
Tak hanya massa yang terlibat bentrokPerang batu itu juga mengakibatkan beberapa wartawan yang tengah meliput mengalami luka ringan akibat kena hantam lemparan batu nyasarPuluhan rumah warga juga mengalami hal serupaSeperti kerusakan pada kaca dan genteng.  “Betul, 3 orang dari rekan kita terlukaKalau dari Ahmadiyah saya tidak tahu,” sebut Ketua Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas) Cirebon, Ustadz Andi Mulya, saat ditanya Radar Cirebon (grup JPNN0, di lokasi(tat/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Desak Anand Krishna Segera Ditahan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler