Ketika Merumuskan Proklamasi, Siapa yang Menyiapkan Makan Sahur Bung Karno cs?

Jumat, 09 Juni 2017 – 22:28 WIB
Bung Karno. Foto: Public Domain.

jpnn.com - PEREMPUAN. Nyonya Satsuki Mishima. Dialah yang menyiapkan santap sahur untuk para perumus naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Buat Bung Karno dan kawan-kawan.

Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network

BACA JUGA: Bagaimana Cerita Pemilihan Presiden Pertama Indonesia?

Soekarno, Hatta dan kawan-kawan baru saja merampungkan teks naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dini hari. 17 Agustus 1945.

"Waktu itu bulan puasa. Sebelum pulang saya masih dapat makan sahur di rumah Admiral Maeda," kenang Bung Hatta, termuat dalam Sekitar Proklamasi.

BACA JUGA: Saat Menjabat Presiden, Bung Karno Pernah Merasa Begini Lho...

Shigetada Nishijima, tangan kanan Laksamana Maeda, dalam sebuah wawancara dengan Basyral Hamidy Harahap menceritakan, bahwa yang menyediakan makan sahur bagi Bung Karno dan Bung Hatta adalah Satsuki Mishima.

Untuk mengonfirmasi kebenaran cerita itu, Nishijima memberikan kontak dan alamatnya. "Nyonya Satsuki Mishima, alamat 1-28-16, Bukomotomachi, Amagasaki-shi, telepon 064-31-2509," kata Nishijima, termuat dalam Jejak Intel Jepang.

BACA JUGA: Coba Berpikir Jernih, Apa Mungkin PDIP Itu PKI?

Dua kali Basyral Hamidy Harahap mewawancara Nishijima. Pertama di kediaman Ny. Adam Malik, Jl. Diponegoro No. 29 Jakarta Pusat, pada November 1990. Kedua di Meguro-ku Tokyo, 10 Oktober 2000.

Siapa Satsuki Mishima?

"Sekretaris Laksamana Maeda yang bernama Ny. Satsuki Mishima, adalah satu-satunya wanita Jepang yang ada di rumah Laksamana Maeda ketika itu…bertindak sebagai pelayan."

Begitu tulis Muhammad Ridhwan Indra dan Sophian Marthabaya dalam Peristiwa-Peristiwa di Sekitar Proklamasi 17-8-1945.

Malam itu, rumah Laksamana Maeda ramai. Di pekarangan dan ruang tamu, banyak kaum muda. Di antaranya Sukarni dan Chaerul Saleh.

Di ruang samping, menurut catatan Satsuki Mishima, ada Bung Karno, Hatta dan Soebardjo duduk selingkar meja dengan Laksamana Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, Shigetada Nishijima, serta S. Miyoshi dari Angkatan Darat.

Kini, rumah itu jadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jl. Imam Bonjol No 1, Jakarta Pusat. Hanya sepelemparan batu dari Taman Suropati.

Dan…rupanya, selain menyiapkan santap sahur untuk para proklamator, Ny. Mishima Satsuki, pembantu rumah tangga Maeda-lah yang meminjamkan mesin tik ke Konsulat Jerman di Jl. Merdeka Selatan, sebagaimana dicuplik dari buku Mimbar BP 7, volume 37-42, terbitan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, 1989.

Mesin ketik hasil pinjaman itulah yang digunakan Sayuti Melik untuk mengetik teks naskah proklamasi.

Oiya, apa menu sahur para praklamor malam itu?

Menunya nasi goreng, tulis Dorothea Rini Yunarti dalam BPUPKI, PPKI, Proklamasi Kemerdekaan RI. Ada juga telur dan ikan sarden. (wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bu Mega Pernah Mau Menggaplok Tentara, Begini Ceritanya


Redaktur & Reporter : Wenri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler