Kisah Ivan Gunawan, soal Fashion, Disko, Sabu-sabu

Kamis, 12 November 2015 – 06:04 WIB
Ivan Gunawan. Foto: Indopos/dok.JPNN

IVAN Gunawan menulis buku biografi berjudul Ivan Gunawan: Aku Berkarya dengan Cinta. Desainer sekaligus presenter itu mengupas pengalaman hidup dari awal hingga saat ini  dengan gaya bahasa yang lugas. Buku setebal 300 halaman itu pun menandai satu dekade keemasannya.
-------------
ACHMAD SUKARNO HAMID, Jakarta
-------------
Ivan memilih media tulis untuk mengungkapkan semua perjalanannya hidup dan karirnya.

”Tujuan ditulisnya buku ini untuk menginspirasi banyak orang, bahwa tidak ada impian yang tak mungkin terwujud kalau kita mengerjakannya dengan cinta dan kerja keras,” ujar Ivan di Central Park, Jakarta Barat, kemarin.

BACA JUGA: Ruang Kerja Pak Harto Kini jadi Kantor Teten Masduki

Ivan memang tidak pernah menyangka bisa menyelesaikan buku terbarunya itu. Dia berharap tulisannya bisa menjadi kenangan jika kelak meninggal dunia.

”Saya ingin meninggalkan sesuatu ketika saya sudah tidak ada lagi di dunia ini," ujarnya. Lewat buku tersebut, Ivan bercerita banyak hal. Tidak hanya saat pertama kali merintis karier hingga menuai kesuksesan. Namun, segala macam lika-liku yang mewarnai perjalanan hidupnya diungkapkan secara lugas.

BACA JUGA: Pernah Berjuang bersama Jenderal Sudirman, kini Hidup Menderita

Mulai dari soal fashion, terjebak dalam hedonisme, hingga akhirnya terjebak narkoba. ”Tahun 2005-2006 saya sempat salah pergaulan, clubbing, disko, sabu-sabu, narkoba. Tadinya ayah saya marah diceritakan di buku ini. Tapi saya bilang, nggak apa-apa, biar orang tahu dan jangan melakuan hal itu,” bijaknya.

Diakui Ivan, bukan hal mudah meraih kesuksesan. Tanpa dukungan teman-teman dan sahabat yang selalu setia menemaninya, dia yakin tidak akan bisa bertahan sejauh ini.

BACA JUGA: Raja Badung VII, Pahlawan Bali yang Memerangi Belanda lewat Karya Sastra

Maka itu, pria yang memiliki nama panggung Madam Igun ini juga bercerita tentang sahabat-sahabat yang memiliki peran besar dalam hidupnya. Seperti Titiek Puspa, Camelia Malik, dan juga Rossa, yang tidak lain adalah mantan kekasih.

"Saya jujur saja, tidak bisa menulis. Maka dari itu, saya meminta kawan-kawan penulis saya yang lihai menerjemahkan curhatan saya menjadi sebuah buku," tutur pria kelahiran Jakarta, 31 Desember 1981 itu.

Ia pun berharap karya ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.  "Saya melihat setiap orang memiliki potensinya masing-masing. Saya harap dengan membaca buku ini, mereka menjadi terinspirasi,” pungkasnya. (*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Luar Biasa! Pianis Muda Indonesia Ini 3 Kali Mengguncang Carnegie Hall, New York


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler