KKB Berulah Lagi, Baku Tembak dengan Pasukan Brimob

Rabu, 15 November 2017 – 00:57 WIB
Kondisi mobil mobil Toyota LWB dengan nomor lambung 01-4887 di Mile Point 69 Tembagapura yang diberondong KKB, Selasa (14/11). Foto: HUMAS POLDA PAPUA FOR RADAR TIMIKA

jpnn.com, MIMIKA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi teror. Mereka memberondong Toyota LWB warna putih, mobil patroli zona dengan nomor lambung 01-4887 milik Departemen Puncak Jaya Powerplant (PJP).

Penembakan terjadi di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, tepatnya di Mile Point 69, kembali terjadi pada Selasa (14/11) sekitar pukul 08.20 WIT. Tembakan dibalas pasukan Brimob yang mengawal karyawan PJP.

BACA JUGA: Maklumat Disebar dari Helikopter, Minta KKB Menyerah

Data yang dihimpun Radar Timika (Jawa Pos Group) kemarin siang menyebutkan, kronologis berawal saat mobil tersebut dari arah Mile Point 68 hendak menuju ke Mile Point 71.

Namun saat melintasi tikungan Mile Point 69, tiba-tiba mobil tersebut ditembaki beberapa kali oleh KKB.

BACA JUGA: Punya Banyak Teman, Jero Jangol Ditahan di Mako Brimob

Akibat dari kejadian penembakan itu, salah satu penumpang mobil tersebut atas nama Raden Totok Soedewo yang merupakan karyawan PJP dengan nomor ID 80000103, mengalami luka pada bagian paha sebelah kanan akibat terkena serpihan.

Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar, MH melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs AM Kamal, SH dalam rilisnya menyebutkan, kejadian berawal pada saat anggota Brimob dari Polda Sumbar, melakukan pengawalan terhadap karyawan, dengan menggunakan kendaraan patroli zona.

BACA JUGA: KKB Tutup Akses 2 Desa dengan Membuat Lubang di Jalan

“Saat tiba di Mile 69 helipad, rombongan ditembaki oleh KKB sebanyak tiga kali tembakan. Kemudian anggota pengawalan membalas dengan mengeluarkan tembakan rentetan, dengan posisi kendaraan pengawalan tetap jalan,” tulis Kamal dalam rilisnya.

Kemudian saat kendaraan patroli zona baru berjarak sekitar 50 meter, kendaraan tersebut kembali ditembaki dari arah bagian depan. “Hingga mengenai paha salah satu karyawan,”sambung Kabid Humas.

Saat itulah anggota Brimob yang melakukan pengawalan mencoba untuk melepaskan tembakan balasan.

“Tembakan balasan oleh anggota pengawalan hingga sampai di Pos 69, kembali mendapat serangan, dan dibalas oleh anggota yang melaksanakan patroli,” jelas Kamal.

Aparat kepolisian kemudian melakukan evakuasi terhadap korban ke RS Tembagapura, guna mendapatkan perawatan medis.

Kabid Humas menyampaikan, bahwa pada waktu yang bersamaan, Satgas Terpadu TNI dan Polri melaksanakan pembagian sembako yang merupakan bantuan Pemda Mimika, kepada delapan warga longsoran Kampung Utikini. Proses pembagian sembako ini berlangsung di posko pelayanan dekat kantor Polsek Tembagapura.

“Adapun bantuan yang sudah disiapakan oleh Pemerintah Daerah berupa beras, mi cepat saji dan air mineral, kita serahkan kepada warga yang datang mengambil,”sambung Kamal dalam rilisnya.

Menurut Kamal, untuk mengambil sembako tersebut warga harus meminta izin kepada KKB terdahulu, kemudian menempuh perjalanan kurang lebih satu jam hingga tiba di sekitaran Polsek Tembagapura.

“Delapan warga yang datang sudah menerima sembako, untuk dibawa ke kampung tempat tinggalnya masing-masing,” katanya.

Selain itu dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Papua juga mengimbau agar warga yang berada di Kampung Banti dan Kimbely yang masih diisolasi KKB, agar segera datang ke posko pelayanan, guna menerima bantuan sembako yang telah disiapkan Pemda Mimika.

“Kami TNI dan Polri siap membantu, dengan harapan masyarakat yang kekurangan bahan pokok makanan tidak jatuh sakit, akibat kejadian yang terjadi saat ini,”ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Mimika, AKBP Victor D Mackbon, SH SIK MH MSi kepada awak media kemarin siang di kantor DPRD Mimika, juga membenarkan adanya aksi teror penembakan yang dilakukan oleh KKB di Mile Point 69.

“Jadi di Mile 69 ada penembakan lagi pada mobil karyawan PJP. Dan ada satu karyawan yang terkena serpihan. Dari kejadian itu kita tetap lakukan pengejaran terhadap KKB,” papar Kapolres. (tns)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Disandera KKB Papua, Ibu Hamil Harus Keluar Kampung Sendiri


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler