KLHK Gelar Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam

Rabu, 04 Juli 2018 – 23:37 WIB
Taman Nasional Baluran. Foto: Website resmi Baluran National Park

jpnn.com, JAKARTA - Menuju peringatan puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), pada 10 Agustus mendatang, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), akan menyelenggarakan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN TWA).

Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam diselenggarakan di Candi Prambanan pada 6 – 8 Juli 2018.

BACA JUGA: Kelola Hutan Bersama Masyarakat Berbuah Kesejahteraan Nyata

"Festival ini bertujuan agar masyarakat lebih mengenal keberadaan 54 TN dan 118 TWA yang tersebar di seluruh Indonesia, beserta potensi keindahan alamnya, keanekaragaman tumbuhan dan satwanya, serta berbagai atraksi wisata yang dimilikinya," tutur Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK), Ditjen KSDAE, Dody Wahyu Karyanto pada Selasa (4/7).

Beragam acara akan memeriahkan festival ini. Seperti pameran yang diikuti oleh Balai Besar/Balai Taman Nasional dan Balai Besar/Balai Konservasi Sumber Daya Alam, serta berbagai pihak yang bergerak di wisata alam.

BACA JUGA: KLHK dan Kemenkominfo Luncurkan SMS Blast Informasi Karhutla

Kegiatan FTN TWA terdiri dari talkshow dengan berbagai tema, festival seni dan budaya, festival film pendek, festival fotografi, National Park Travel Fair, Open Trip ke Taman Nasional, serta Marathon Mountain Bike TN Gunung Merbabu ke TN Gunung Merapi.

Pada kesempatan yang sama, Direktorat PJLHK juga akan meluncurkan beberapa produk layanan wisata alam di kawasan konservasi yaitu : aplikasi android “Wisata Alam Indonesia”, jingle “Ayo Ke Taman Nasional”, serta aplikasi tiket elektronik wisata konservasi.

BACA JUGA: Indonesia dan Austria Perkuat Implementasi Lisensi FLEGT

“Masih banyak masyarakat yang kesulitan menemukan informasi yang tepat dan akurat mengenai TN dan TWA, sehingga kami membangun aplikasi informasi Wisata Alam Indonesia, yang dapat diunduh di Apps playstore, serta jingle “Ayo Ke Taman Nasional”, akan membangun kelekatan pesan kita dengan produk-produk wisata yang sedang kami promosikan," lanjut Dody.

Menurut Dody, pesatnya pemakaian jaringan media sosial oleh masyarakat saat ini bisa meningkatkan efektivitas, dan memperluas jangkauan promosi dan publikasi.

"Kami harap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi mengenai wisata di kawasan konservasi, tentunya untuk membangun kesadaran wisatawan dalam mendukung konservasi, dan menghargai budaya lokal”, paparnya.

"Konservasi bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga mengharuskan keterlibatan pihak-pihak lain sebagai mitra. Keterlibatan masyarakat dalam promosi dan publikasi, dapat menjadi langkah strategis membantu pemerintah menjadikan kawasan konservasi sebagai salah satu sumber devisa dari sektor pemanfaatan jasa lingkungan," ujar Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno.

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penyumbang devisa negara yang besar.

Pada periode 2013-2015, peringkat sektor pariwisata naik dengan jumlah sumbangan terhadap devisa negara sebesar rata-rata USD 11,15 miliar per tahun.

Dari total wisatawan mancanegara ke Indonesia dan perjalanan wisatawan nusantara, sebagian dari mereka berkunjung ke kawasan konservasi.

"KLHK mencatat selama tahun 2012 jumlah wisatawan nusantara naik dari 4,32 juta orang, menjadi 7,29 juta orang pada tahun 2016. Selama 2012-2016 rata-rata jumlah wisatawan ke kawasan konservasi sebanyak 5,30 juta orang per tahun, yang tersebar di TN dan TWA. Mayoritas wisatawan nusantara berkunjung ke TWA, sedangkan wisatawan mancanegara lebih senang berkunjung ke TN", jelas Wiratno.

Aplikasi "Wisata Alam Indonesia" menyajikan informasi kawasan TN dan TWA, agenda khusus bulanan, foto, infografis.

Dengan aplikasi ini, masyarakat juga bisa merencanakan kunjungannya, melalui aplikasi tiket elektronik wisata konservasi, yang melengkapi informasi beberapa TN.

Adapun jingle “Ayo Ke Taman Nasional”, membawa pesan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar menjadi pengunjung yang bertanggung jawab, dan turut berpartisipasi dalam menjaga kawasan konservasi.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembunuh Gajah Bunta di Aceh Timur Akhirnya Terungkap


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Menteri Siti   KLHK  

Terpopuler