KNKT Belum Periksa Nahkoda KM Laut Teduh

Senin, 07 Februari 2011 – 20:42 WIB

JAKARTA - Peristiwa tragis terkait terbakarnya KM Laut Teduh II di perairan Selat Sunda sudah sepekan lebih berlaluMeski demikian, penyebab kebakaran belum juga terungkap

BACA JUGA: Pelaku Kekerasan Bukan Pengikut Nabi Muhammad



Bahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga belum memeriksa nahkoda kapal milik PT Bangun Putera Remaja
yang terbakar di Selat Sunda pada 28 Januari lalu itu.  “Nahkodanya belum kami periksa, termasuk supirnya (bus yang diduga menjadi asal kebakaran) juga belum

BACA JUGA: Polisi Minta Waktu Kejar Pelaku

Karena itu kan intinya,” kata wakil ketuan KNKT Sri Untung kepada JPNN, Senin (7/2).

Sedianya, nahkoda kapal akan diperiksa hari ini
Namun menurut Untung, hari ini KNKT baru melakukan rapat untuk menentukan substansi pemeriksaan

BACA JUGA: Wakapolri Pimpin Langsung Tim Khusus ke Cikeusik

“Hari ini, kita baru rapat interen, untuk apa kira-kira yang perlu kita tanyakan, apa yang perlu kita perlukan kaitanya dengan pemeriksaan itu,” ujarnya.

Meskipun begitu, Untung memastikan tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda tersebut guna memudahkan proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab terbakarnya kapal buatan tahun 1990 tersebut“Mudah-mudahan besok kita lakukan pemeriksaan,” janjinya.

Namun Untung juga menyebut bahwa pihaknya telah mewancarai sejumlah pihak terkait insiden tragis ituDiharapkan dari wawancara itu, KNKT memiliki bahan untuk memeriksa Nahkoda Kapal sehingga ada kesimpulan sementara tentang penyebab kebakaran.

 Seperti diketahui, KMP Laut Teduh II berlayar dari Dermaga I Pelabuhan Merak menuju Bakuheni pada 28 Januari lalu, sekitar pukul 03.19Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, Nahkoda kapal melaporkan bahwa ada api di car deck yang mengakibatkan terbakarnya Kapal milik PT Bangun Putra Remaja ituSebanyak 29 orang penumpang meninggal dunia, sementara 425 orang berhasil diselamatkan(kyd/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hanya 14 Pemda Punya Akuntabilitas Kinerja Baik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler