Koalisi Pertimbangkan Serbuan Darat untuk Taklukkan Kadhafi

Selasa, 22 Maret 2011 – 05:25 WIB
Foto : REUTERS/Goran Tomasevic

TRIPOLI - Pasukan koalisi, sepertinya, mulai menyadari bahwa Muammar Kadhafi hampir tidak mungkin bisa ditaklukkan hanya lewat serangan udaraKarena itu, meski belum sepenuhnya mengakui, mereka mulai mempertimbangkan opsi serbuan darat

BACA JUGA: Serangan Koalisi Hancurkan Rumah Pribadi Kadhafi



Seperti dilansir Daily Mail kemarin (21/3), tiga menteri di kabinet Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan bahwa invasi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan
Hanya, tiga menteri yang identitasnya tak disebutkan itu mengatakan bahwa opsi tersebut saat ini memang belum diagendakan

BACA JUGA: Partai Sarkozy Kalah dalam Pemilu Lokal



Pun, dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyiratkan hal senada
"Bodoh kalau mencoret semua kemungkinan (yang terkait dengan Libya)," katanya, seperti dikutip The Guardian.

Hague mencontohkan diterjunkannya anggota pasukan khusus Inggris untuk menyelamatkan warga negara mereka ketika revolusi di Libya mulai berkobar tiga pekan lalu

BACA JUGA: 21 Tewas, 31 Lainnya Masih Tejebak

"Hal seperti itu (menerjunkan pasukan darat, Red) bisa saja dilakukanMemang kondisinya menuntut demikian," papar dia

Inggris bersama Amerika Serikat dan Prancis adalah motor koalisi yang telah dua hari ini menggempur basis-basis pertahanan pasukan Libya yang loyal kepada KadhafiTiga negara tersebut juga terlibat dalam invasi ke Iraq pada 2003

Meski Hague dalam wawancara yang sama menyatakan bahwa Libya tak akan di-Iraq-kan, tidak ada jaminan bahwa itu tidak akan dilakukanSebab, kemarin berkembang kabar bahwa target sebenarnya pasukan koalisi adalah Kadhafi, seperti halnya dengan Saddam Hussein di Iraq dulu

"Saya tidak mau berspekulasi soal (menargetkan Kadhafi) ituTetapi, semuanya bergantung pada perkembangan keadaan," ucap Hague

Namun, secara terpisah, seorang juru bicara dari Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street menyebutkan bahwa Kadhafi jelas-jelas telah melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973 yang mengharamkan pembantaian warga sipil

"Karena kami (koalisi, Red) bergerak berdasar Resolusi Dewan Keamanan PBB, kami akan terus menertibkan siapa saja yang melanggarnya," ujar sang juru bicara, seperti dilansir BBC. 

Namun, dari Washington, Wakil Panglima Angkatan Bersenjata AS Laksamana William EGortney menegaskan bahwa koalisi tidak menyasar Kadhafi"Kami hanya berusaha melemahkan kekuatan pasukannya," ujarnya

Lalu, mengapa koalisi menyerang kediaman Kadhafi, Bab al-Azizia? Lagi pula, kalaupun pasukan Kadhafi sudah lemah gara-gara gempuran dari udara, tanpa dilanjutkan dengan gerakan di darat, tetap saja pemimpin yang oleh mantan Presiden AS Ronald Reagan disebut sebagai si "Anjing Gila" itu tidak akan terlengserkan
   
Pasukan pemberontak tidak bisa diharapkan untuk melakukan tugas "melucuti" loyalis KadhafiSebab, mereka tertahan di Benghazi, di bagian timur, sedangkan Tripoli berada di bagian barat

Bahkan, kemarin upaya pemberontak merebut lagi kota terdekat dari Benghazi, Ajdabiyah, gagalMereka dipukul mundur oleh loyalis Kadhafi yang berjaga di tapal batas kotaSebanyak delapan tentara pemberontak dilaporkan meninggal

Sementara itu, sejumlah jurnalis asing yang diundang rezim Kadhafi untuk menyaksikan reruntuhan Bab al-Azizia menyatakan, yang terlihat rusak dari kompleks tiga tingkat itu hanya ruang administrasiSedangkan barak tentara dan bungker yang diduga didiami Kadhafi dan keluarga di kompleks yang sama tampak masih utuhKetika serangan berlangsung, diperkirakan ada 300 orang di dalamnya

Tidak ada seorang pun yang dilaporkan terlukaTidak jelas di mana Kadhafi saat serangan terjadiJuga, di mana dia berada sekarang"Itu serangan ala barbar," ucap Mussa Ibrahim, juru bicara pemerintahan Libya, sebagaimana dilansir Reuters. 

"Kontras sekali dengan pernyataan Amerika dan negara-negara Barat yang menjadi partnernya bahwa mereka tidak akan mengincar tempat ini, tidak akan mengincar Kadhafi," lanjut Ibrahim.

Gempuran beruntun pasukan koalisi juga mulai memunculkan kritik, termasuk dari kubu sendiriSekjen Liga Arab Amr Moussa menyayangkan tindakan koalisi yang dianggapnya kebablasan karena telah menimbulkan korban sipil

Politikus dari Partai Republik di Amerika juga menyayangkan keputusan Presiden Barack Obama di Libya, yang dianggapnya setengah hatiSedangkan Rusia meminta serangan udara dihentikan dulu. 

Libya memang mengklaim bahwa serbuan dua hari beruntun pasukan koalisi mengakibatkan 64 warga sipil tewas dan 150 lainnya luka-lukaNamun, belum ada konfirmasi dari pihak independen mengenai jumlah korban tersebutMemang terlihat prosesi penguburan di sejumlah tempat di TripoliTetapi, belum jelas, apa benar mereka yang dimakamkan itu korban serangan koalisi.  
Moussa pun mulai melembek setelah bertemu dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon dan ditelepon Hague"Kami tetap mendukung ditegakkannya resolusi PBB di LibyaTermasuk, aturan zona larangan terbangNamun, keselamatan warga sipil harus tetap menjadi prioritas utama," katanya

Inggris dan Amerika juga kencang membantah kabar tentang adanya korban sipil akibat serangan koalisiJuru Bicara Kementerian Pertahanan Inggris Mayor Jenderal John Lorimer mengatakan, salah satu misi jet tempur Tornado di atas langit Libya bahkan sampai harus dibatalkan

"Itu terjadi setelah kami mendapatkan laporan bahwa daerah yang akan diserang dihuni banyak warga sipil," papar dia

Yang pasti, dampak lain serbuan pasukan koalisi tersebut adalah dukungan yang kian luas dari warga Libya kepada KadhafiKemarin ratusan orang berkumpul di sekitar Bab al-Azizia untuk menjadi benteng hidup bagi sang pemimpin

Sebagian di antara mereka adalah perempuan dan anak-anak, bahkan balitaMereka meneriakkan yel-yel dukungan bagi sang kolonelJuga, mengirim cacian kepada para pemimpin Barat, termasuk Obama"Pancung Obama, pancung Obama," teriak mereka
   
"Lihat ini, saya membawa anak lelaki saya yang berumur dua tahunKami rela mati demi Kadhafi," ujar seorang bapak muda kepada Time(c11/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 9 Hari Terkurung Reruntuhan, Nenek dan ABG Selamat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler