Komnas HAM Cari Grup WhatsApp Berisi Ajudan Irjen Sambo, Berkaitan dengan Penembakan?

Senin, 08 Agustus 2022 – 16:57 WIB
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku pihaknya tengah mencari grup WhatsApp yang berisi para ajudan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku pihaknya tengah mencari grup WhatsApp yang berisi para ajudan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Komnas HAM menyatakan percakapan grup WhatsApp itu masih berada di tangan Polri.

BACA JUGA: Fakta Baru Kasus Brigadir J dari Pengacara Bharada E, Tidak Ada Baku Tembak

Grup WhatsApp para ajudan menjadi salah satu yang ditelusuri untuk memperkuat alat bukti jaringan komunikasi atau cell dump.

“Mereka bilang ada WA grup. Kami ingin tahu di WA grup ini ngomong apa, kan, begitu,” ucap Taufan saat ditemui di Komnas HAM, Senin (8/8).

BACA JUGA: 14 Kejadian Penting 1 Bulan Kematian Brigadir J, Jeritan & Tangisan Istri Ferdy Sambo, Oh

Alumnus Universitas Sumatera Utara itu menyebutkan grup Whatsapp tersebut berisi seluruh ajudan termasuk Brigadir J.

“Mereka punya WA grup dan kami ingin tahu apa saja yang dibicarakan selama ini, terutama hari-hari menjelang kejadian. Poin pokoknya adalah jejak komunikasi mereka,” kata dia.

BACA JUGA: Bharada E Keluarkan Pengakuan Terbaru, Komnas HAM Bakal Periksa Ulang

Taufan mengatakan sejauh ini Komnas HAM belum menemukan isi percakapan dari anggota yang berada di grup tersebut.

“Belum dapat makanya, saya ngotot sekarang barang bukti harus dikumpulkan semua, itu sedang dikerjakan Pak Kapolri,” tuturnya.

Diketahui, Bharada E sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan di Bareskrim sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J.

Bharada E menyampaikan sejumlah poin pengakuan atau keterangan baru di hadapan penyidik Timsus Polri.

Antara lain soal motif pembunuhan terhadap Brigadir J, anggota Brimob yang menjadi ajudan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Pengacara Richard Eliezer atau Bharada E, Deolipa Yumara menyebut kliennya tidak punya motif membunuh Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Betul, yang bersangkutan tidak punya motif," kata Deolipa saat dihubungi, Minggu (7/8). (mcr4/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bahas Kemungkinan Ferdy Sambo Diperiksa di Mako Brimob, Komnas HAM Bilang Begini


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler