Komut BNI 46 Sebut Menteri Bidang Ekonomi yang Dipimpin JK Malas Mikir

Senin, 06 April 2015 – 16:04 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Komisaris Utama BNI46 Rizal Ramli mengatakan, Kabinet Kerja yang dipimpin Joko Widodo-Jusuf Kalla ini hanya sibuk dengan kerja, kerja dan kerja, tanpa tujuan jelas. Akibatnya kata dia, rakyat jadi susah. 

Karenanya, Rizal pun memohon agar Presiden Joko Widodo mengembalikan semangat Trisakti. Artinya, dikembalikan ke rakyat.

BACA JUGA: Poros Maritim Dunia tak Cukup Hanya Tol Laut

"Kerja, kerja dan kerja. Tapi yang dikerjakan menambah fasilitas mobil pejabat. Ini efek dari kerja, kerja dan kerja. Arah dan prioritas tidak jelas," kata Rizal Ramli usai diskusi hasil survey IndoBarometer "Jelang Enam Bulan Pemerintahan Jokowi-JK"n di Jakarta, Senin (6/4).

Sembari meminta maaf, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Gus Dur itu mengkritik kabinet yang membidangi ekonomi. "Jadi mohon maaf, kabinet ini tidak terukur. Kabinet ekonomi yang dipimpin JK ini paradigmanya naikan harga, naikan harga dan naikan harga," tegas Rizal.

BACA JUGA: Lima Hal agar UKM Bisa Naik Level

Padahal lanjutnya, Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk menjalankan Nawacita. 

"Harusnya harga kebutuhan pokok termasuk BBM turun. Semua praktik kartel dihentikan. Tapi sekarang malah terbalik. Pemerintah menaikan semua kebutuhan masyarakat termasuk BBM dan praktik kartel semakin subur," tegasnya.

BACA JUGA: Ingat, Harga-harga Mahal Bisa Picu Pergolakan Sosial

Menurut Rizal pemerintah harus putus praktik korupsi di sektor tata kelola BBM. 

"Tapi sayangnya menteri bidang ekonomi yang dipimpin JK ini malas mikir. Maunya yang mudah saja dengan cara menaikan harga. Itu bisa terjadi karena JK penganut naikan harga. Ini yang bikin rakyat tidak happy dan bangsa ini menjadi tidak kompetitif," pungkasnya. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dampak Kenaikan BBM Belum Hilang, TDL Naik Mei?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler