Kroeng Raba…Dari Sumpah Pemuda hingga Aceh Sumbang Pesawat untuk Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2015 – 07:16 WIB
Presiden Soekarno, Daud Beureuh dan Kroeng Raba (kanan) duduk melingkar semeja dalam sebuah perundingan yang memutuskan rakyat Aceh sumbang pesawat untuk Indonesia. Gambar ini dipajang di Museum Sumpah Pemuda. Foto: Repro Wenri Wanhar/JPNN.com.

jpnn.com - SATU di antara anak muda yang punya peran melahirkan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 bernama Kroeng Raba Nasution. 

Kroeng punya arti sungai. Nama ini diberikan padanya karena ia lahir di tepi Kroeng Raba di Lho' Nga, Aceh Besar, pada 22 Februari 1904.

BACA JUGA: Lamira...Kembang Desa Surabaya yang Terbuang ke Belanda Gara-gara Indonesia Merdeka

Umurnya 24 tahun ketika memainkan gerakan bawah tanah menggagas persatuan Indonesia; satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa…Indonesia. Kakak sulungnya, Amir Nasution juga ikut serta dalam gerakan melahirkan Sumpah Pemuda.

Kroeng Raba pernah aktif di Jong Sumateranen Bond hingga Jong Islamieten Bond, dua dari beberapa organisasi yang menggagas perhelatan Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober di Betawi. 

BACA JUGA: Bung Karno: Zonder Mengerti Urusan Wanita, Tak Akan Bisa Menyusun Negara

Sejarah mencatat, kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda itu digagas oleh PPPI, Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi dan sebagainya. 

Nah, kenapa nama Kroeng Raba tak karib di panggung sejarah nasional Indonesia? 

BACA JUGA: Ketika Sumpah Pemuda Diikrarkan Bung Karno Sedang Apa?

Rupanya, setelah lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di Betawi pada 1933, dia mengganti nama jadi S.M. Amin. Nama inilah yang kemudian lumayan sohor. 

S.M. singkatan dari Sutan Muhammad. S.M. Amin pernah menjabat Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Riau pertama. 

Dialah orang yang mempertemukan Presiden Soekarno dengan Daud Beureuh serta Gabugan Saudagar Indonesia daerah Aceh (GASIDA) yang hasilnya; orang Aceh sumbang beli pesawat untuk Republik Indonesia.

Ketika Aceh berontak, Hasan Tiro mengirim surat untuk Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo, dan ditembuskan kepada S.M. Amin. 

Untuk melihat seberapa besar pengaruhnya, berikut cuplikan surat Hasan Tiro tertanggal 1 September 1954 untuk S.M. Amin;

Bersama ini saya kirimkan kepada saudara salinan surat saya kepada PM Sastroamidjojo, untuk saudara mempergunakan pengaruh guna membantu usaha mengakhiri pertumbahan darah di tanah air kita. Wasalam Hasan Muhamad Tiro (ditandatangani)… 

Karena hari ini tumbuh dari masa lalu, lakon Kroeng Raba alias S.M. Amin tak menguap begitu saja. Perjalanan hidupnya menjadi topik utama memperingati momentum Sumpah Pemuda 2015.

Sekian macam hal yang berkaitan dengannya dipamerkan di Museum Sumpah Pemuda, Kramat, Jakarta Pusat. Mulai dari fotonya, jam tangannya, radio miliknya, pakaiannya, senjata pusakanya, surat menyurat dan buku yang pernah ditulisnya. 

Pameran dibuka 28 Oktober dan direncanakan masih akan berlangsung hingga 11 November mendatang. (wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MENCEKAM...Dalam Suasana Seperti ini Sumpah Pemuda Dilahirkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler