Kualitas Dosen Indonesia Lebih Rendah Dibanding Malaysia

Senin, 05 Desember 2016 – 19:25 WIB
Ilustrasi. Foto: UMK.AC.ID

jpnn.com - JAKARTA- Kualitas dosen di Indonesia jauh lebih rendah dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand.

Padahal, dari sisi anggaran pendidikan, Indonesia memiliki alokasi jauh lebih besar karena menganggarkan dana APBN/APBD hingga 20 persen.

BACA JUGA: Unpad Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

‎Karena itu, pemerintah memutuskan membuat perguruan tinggi di Indonesia yang berdaya saing secara regional maupun global.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan mutu dosen. Selama ini, dosen hanya mengajar dan kurang melakukan penelitian.

BACA JUGA: Astaga! Atap Sekolah Tiba-Tiba Ambruk

‎"Meski 20 persen dana APBN dialokasikan untuk dana pendidikan tapi untuk higher education masih sangat rendah. Penelitian di Indonesia sangat sedikit dibanding New Zealand, Singapura, dan Malaysia," ungkap Rektor Paramadina Firmanzah dalam diskusi pendidikan di Jakarta, Senin (5/12).

Dia menyebutkan, penetlitian dosen di Indonesia tertinggal jauh.

BACA JUGA: Peneliti ICW: Evaluasi Pendidikan Ditentukan Kekuasaan

Namun, dosen di Indonesia terkenal lebih senang dengan pengabdian masyarakat.

"Di Amerika susah mengajak dosennya ke luar dari laboratorium. Beda dengan Indonesia, susah mengajak dosen lama-lama di laboratorium. Sistem ini harus diubah kalau pemerintah ingin kualitas dosen meningkat," ujarnya.

Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka berpendapat sama.

Menurutnya, untuk mencapai universitas berkelas dunia, sistem pendidikan harus diubah.

"Dosen jangan hanya jago teori, tapi harus bisa melakukan penelitian untuk membuktikan teorinya," ucapnya.

Sementara ‎Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti mengakui, kualitas dosen di Indonesia masih rendah.  (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mulai 2017 UN Dihapus, Diganti USBN, Semudah Itu?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler