Kubu AM Bantah Manfaatkan Ibas

Kamis, 01 April 2010 – 16:25 WIB

JAKARTA-
Sekretaris Tim Sukses Andi Mallarangeng (AM), Ramadhan Pohan mengaku kaget dengan "serangan" Ketua Tim Sukses Anas Urbaningrum, Achmad Mubarok.  Dalam sebuah pernyataannya, Mubarok menganggap Andi Mallarangeng telah mengeksploitasi Edhi Baskoro alias Ibas, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meraih dukungan pada pemilihan ketua umum Partai Demokrat yang direncanakan digelar di Bandung Mei mendatang.

"Saya kaget kok Pak Mubarok kencang begituIni ada apa? Tidak ada eksploitasi apapun terhadap Mas Ibas

BACA JUGA: Anas Dinilai Paling Layak Pimpin Demokrat

AM tidak pernah mengeksploitasi Mas Ibas atau siapapun dalam pencalonannya
AM politisi yang santun, menjunjung tinggi moralitas dalam politik dan sangat egaliter

BACA JUGA: Sekda Juga Harus Dipelototi

Dalam berbagai survey, AM paling terpopuler di PD sesudah pak SBY," kata Ramadhan saat dihubungi di Jakarta, Kamis (1/4).

:TERKAIT Menurut Ramadhan, Ibas hadir dan mendukung AM  sepenuhnya atas otoritas individu
"Dia (Ibas) berpendidikan, masternya ada dua dari luar negeri, bidang politik dan ekonomi internasional

BACA JUGA: Waspadai Aliran Dana Asing

Ibas juga anggota dewanJadi bukan orang sembaranganKalau dianggap dia dieksploitasi, itu sama saja merendahkan kecerdasan mas IbasJangan main-mainMas Ibas itu figur otonom," tambahnya.

Ramadhan juga membantah tudingan Mubarok yang mengatakan ada  saudara Ibas yang marah karena diekploitasi kehadiran Ibas pada deklarasi pencalonan AM"Gak benar itu, sepupu pak SBY juga ada yang datang di sanaGak ada anggota keluarga yang menentangSiapa yang mengatakan ada keluarga yang memarahi Mas Ibas, coba sebut siapa namanya (yang memarahi).

Saya sebagai kader PD sangat sedih terhadap serangan seperti iniPak SBY melarang melakukan serang-seranganKami tidak akan melakukan serangan balik," ucapnya.

Terkait dengan adanya karantina DPD dan DPC serta dan pelarangan ke silaturahmi kandidat lainnya, Ramdahan mengatakan tidak pernah dilakukan kubu AM"Katanya nggak datang karena karantina, itu bukan dialamatkan ke kubu AMKami tidak pernah melakukan intimidasi dan pemaksaan ke siapapunKompetisi ini harus sehat," pungkasnya.

Selaku sekretaris pemenangan AM, kata Ramadhan, pihaknya menghormati Anas Urbaningrum dan Marzuki AlieNamun kata dia, perbedaan  elektabilitas dan kepopuleran ketiga calon tersebut berbeda dengan AM paling teratas(awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Idrus Marham: Komunikasi Koalisi Sangat Lemah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler