Kunker ke Lombok Utara, Menaker Ida Bahas Sejumlah Isu Ketenagakerjaan, Simak

Minggu, 12 Februari 2023 – 17:44 WIB
Menaker Ida saat kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lombok Utara, di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (11/2). Foto: dok Kemnaker

jpnn.com, LOMBOK UTARA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bersama para pelaku usahan dan pekerja atau buruh membahas sejumlah isu mengenai ketenagakerjaan.

Dia mengatakan ada sejumlah isu yang dibahas di antaranya terkait pengembangan kompetensi SDM, program penurunan angka pengangguran, Pekerja Migran Indonesia, serta kondisi hubungan industrial yang harmonis.

BACA JUGA: Kemnaker Matangkan Strategi Pengembangan Sektor Ketenagakerjaan Berbasis Kawasan

Pertama, kata dia, terkait pelatihan peningkatan kualitas SDM di wilayah Kab. Lombok Utara.

Dia menyampaikan bahwa Pemerintah menyediakannya melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur telah siap memfasilitasi SDM Kabupaten Lombok Utara untuk dapat meningkatkan keterampilannya dibidang Pariwisata.

BACA JUGA: Menaker Ida Fauziyah Beber Kemnaker Sudah Bangun 3.757 BLK Komunitas Selama 6 Tahun

"Hal ini karena melihat potensi yang besar pariwisata yang dimiliki Kabupaten Lombok Utara," ungkap dia saat kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lombok Utara, di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (11/2).

Dia berharap dengan adanya sinergitas antara Pembkan Lombok Utama dengan BPVP nantinya bisa memberikan manfaat bagi pengembangan SDM di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Sindikat PMI Ilegal Kembali Terungkap, Kemnaker Apresiasi Kinerja Polri

"Target yang ditetapkan bisa terlaksana dengan baik dan tidak hanya selesai melatih, tetapi juga dapat menjembatani peserta pascapelatihan ditempatkan baik di industri atau pun berwirausaha secara mandiri," tutur Menaker Ida.

Selain itu, untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Lombok Utara, Menaker Ida menjelaskan Kemnaker telah menandatangani MoU dengan Kementerian Desa mengenai peningkatan kompetensi SDM dan peningkatan kewirausahaan desa.

Menurutnya, Penandatanganan nota kesepahaman bersama ini merupakan momentum untuk meningkatkan kerja bersama dan kolaborasi dalam program - program yang bisa mendorong perluasan kesempatan kerja, mengurangi tingkat pengangguran, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Saya yakin dengan pelatihan keterampilan masyarakat untuk ekonomi kreatif, jejaring pemasaran yang baik, dan dukungan teknologi akses pasar digital yang lebih luas, maka produk produk yang dihasilkan masyarakat perdesaan dapat dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat lebih luas," jelas Menaker Ida.

Menaker Ida menambahkan, Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu Kabupaten dengan penyumbang pengiriman Pekerja Migran terbesar ke negara penempatan.

Oleh karena itu, dia berpesan agar pentingnya memiliki kompetensi sebelum berangkat.

Sebab, kompetensi tersebut merupakan bagian dari pelindungan pekerja migran Indonesia.

Terakhir, dia menegaskan pentingnya menekankan hubungan industrial yang harmonis.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar ditengah kondisi hubungan industrial yang semakin dinamis saat ini adalah upaya mempertahankan jalinan 'kemitraan strategis' antara dunia usaha dengan dunia perburuhan agar tetap terjalin secara harmonis dan dinamis.

"Untuk itu 'Kemitraan strategis' dan 'dialog sosial' antara serikat pekerja/serikat buruh, pengusaha dan pemerintah diyakini mampu menjadi solusi dalam memperjuangkan kepentingan pekerja/buruh dan menciptakan keberlangsungan usaha," tutup Menaker Ida. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Cara Kemnaker Dorong Pengusaha Bersaing di Era Digitalisasi, Simak


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler