Lapas Seperti Pabrik Narkoba, Apa Kabar Revitalisasi?

Rabu, 20 Februari 2019 – 17:13 WIB
Lapas. Foto ilustrasi: istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon, menilai pemerintah gagal dalam merevitalisasi lembaga pemasyarakatan (lapas). Pasalnya, peredaran narkoba yang dikendalikan dari penjara, membuat narkotika terus masuk ke Indonesia karena kurang pengawasan.

"Menurut saya saat ini pemerintah gagal dalam mengatasi masuknya narkoba di Indonesia. Karena narkotika terus masuk dan lapas menjadi save heaven bagi para pengedar narkoba," kata Fadli Zon, usai menghadiri soft launching Kantor Koppasandi (Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi), di Jalan Cipinang Cempedak Raya, No. 5, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Diintai Sebulan, Pengedar Ribuan Koplo Akhirnya Keok Tertangkap

Dia mengatakan dengan maraknya pengendalian yang dilakukan dari dalam lapas, Indonesia bisa menjadi narkotika pabrik.

Hal itu terjadi, karena hampir sebagian besar lapas yang ada, di dalamnya dihuni para napi-napi kasus narkoba. "Karena itu kami meminta perlu tindakan dari Menteri Hukum dan HAM, untuk mengatasi masalah ini," ujarnya.

BACA JUGA: Tok Tok Tok, MA Tolak Permohonan Kasasi HTI

Menurut Fadli sampai saat ini belum terbukti pernyataan Dirjen Pemasyarakatan (Pas) soal merevitalisasi lapas.

Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), 90 persen pengendali narkoba ada di dalam lapas.

BACA JUGA: Oknum Pegawai BUMN Jadi Bandar Narkoba, 5 Kaki Tangannya Ditangkap

"Saya kira ini nanti harus diusut, terutama bila data itu keluar dari BNN, tentu perlu tindakan dari Menteri Hukum dan HAM," tegasnya.

Permasalahan lain yang juga disoroti Wakil ketua umum Partai Gerindra itu adalah daya tampung lapas. Saat ini lapas sudah melebihi kapasitas mencapai 300 persen.

Akibatnya, banyak terjadi penyimpangan di dalam lapas akibat berebut untuk mendapatkan kamar.

"Bayangkan daya tampung lapas yang seharusnya dihuni 1.000 orang, tapi di isi 4.000 orang," ungkapnya.

Atas masalah lapas ini, Fadli menilai hal itu sungguh sangat tidak manusiawi. Karena itu, perlu adanya pembenahan di dalam lapas terkait masalah tersebut.

"Ini sangat tidak manusiawi, kalau sempat ini dilihat oleh dunia internasional, saya kira kita ini benar-benar sebagai negara yang tidak berprikemanusiaan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Selasa (19/2) kelompok massa menggelar aksi demo di lapas Cipinang, Jakarta Timur. Mereka menuntut kepala lapas dicopot karena dinilai membekengi napi bandar narkoba agar bebas berjualan.

Pendemo menilai kalapas Cipinang memfasilitasi bandar narkoba atas nama Heriyanto. Bahkan, napi berinisial LS disebut pendemo dijadikan "ATM" oleh oknum petugas lapas. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Letto Cs Divonis Mati, Kapolda Sumsel: Kami Apresiasi Hakim dan Jaksa


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler