Lihat, Warga Desa Blokir Jalan Tol dengan Beton Gorong-gorong

Selasa, 11 Juli 2017 – 00:45 WIB
Warga Desa/Kecamatan Mantingan, Ngawi memblokir tol Solo-Kertosono dengan beton gorong-gorong, kemarin (10/7). Foto: Loditya Fernandez/Radar Ngawi/JPNN.com

jpnn.com, NGAWI - Ratusan warga desa di Kecamatan Mantingan, Ngawi, Jatim, marah. Mereka memblokade jalan tol Solo-Kertosono, kemarin (10/7).

Pemicunya underpass di STA 58.600 dinilai terlalu sempit hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian tak dapat melintas.

BACA JUGA: Duh, Hutan Dibabat Habis, Rumah Liar Terus Bertambah

Mereka menuntut lebar terowongan itu ditambah, agar truk bisa melintas. ‘’Kami minta underpass disesuaikan dengan ukuran truk, karena underpass yang ada truk nggak bisa masuk,’’ terang Gunawan koordinator lapangan (korlap) aksi, kemarin.

Informsi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi, aksi unjuk rasa itu dilaksanakan sekitar pukul 10.30 kemarin.

BACA JUGA: Rini Soemarno dan Gubri Bahas Khusus Perpanjangan Runway Bandara SSK II

Ratusan petani yang didominasi dari Dusun Ngrancang, Desa/Kecamatan Mantingan, sudah menduduki jalur tol Soker STA 58.600. Mereka langsung membongkar pagar pembatas masuk jalur tol.

Kemarahan warga semakin tak terbendung, bongkaran pagar dan papan penanda jalan dikumpulkan dan akhirnya dibakar di tengah jalur tol.

BACA JUGA: Toni Ditangkap Terkait ISIS, Warga Rumbai Kaget dan Syok

Tak hanya itu juga memblokade jalur tol Soker dengan beton gorong-gorong saluran air yang berada di sekitar lokasi. ‘’ Karena sudah terlanjur kesal, ‘’ tambah Gunawan.

Kata dia, aksi demo itu buntut dari akses jalan pertanian yang biasa digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian diterjang proyek nasional itu.

Meski pelaksana proyek PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) memberi ganti berupa underpass. Hanya saja ukurannya lebar dan tingginya masing-masing 2,5 meter, hingga truk tak mampu melintas.

‘’Kami minta ketinggian terowongan (underpass, red) ditambah sampai tiga meter setengah,’’ tegasnya

Gunawan mengaku jika tuntutan tersebut sebenarnya sudah disampaikan sejak tahun lalu. Pemerintah Desa (pemdes) Mantingan sudah pernah melayangkan surat Nomor: 620/61.05/404-309.03/ 2016 kepada PT Waskita dan PT SNJ tertanggal 07 November 2016.

Isinya tentang permintaan penyesuaian ukuran underpass. ‘’ Sayangnya sampai saat ini belum ada jawaban dan tindak lanjut, ‘’ tambahnya.

Aksi unjuk rasa itu hanya berlangsung sekitar setengah jam. Petugas bersama perwakilan PT Waskita, PT SNJ serta Perangkat Desa Mantingan tiba ke lokai. Oleh petugas Polsek Mantingan, masing-masing diajak untuk bermusyarawarah. Yang dihadiri para pihak.

Parlan, perwakilan dari PT Waskita menawarkan dua opsi. Pembuatan jalan melalui jalan layang Sambirejo dan pembuatan jalan di selatan tol menuju ke barat. Opsi kedua penggalian permukaan bawah underpass setebal 10-15 sentimeter.

Namun dua pilihan yang ditawarkan ditolak. Warga tetap ngotot untuk dilakukan penyesuaian ketinggian undepass STA 58.600 hingga 3 meter.

‘’Mereka tetap minta untuk ukuran underpass diubah. Padahal bisa membahayan konstruksi, ‘’ jelas Parlan.

Parlan tidak memiliki banyak pilihan. Dia memilih ikut serta dalam pertemuan dengan pihak kementerian Pekerjaan Umum untuk menanyakan tindak lanjut surat permintaan Kades Mantingan terkait permintaan perubahan ukuran underpass.

Rencannaya dilakukan pagi ini. ‘’ Kami hanya sebagai pelaksana. Kami siap melaksanakan jika menjadi perintah kementerian PU, ‘’ imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, perwakilan warga, pemerintah desa dan camat bakal mendatangai Pemkab Ngawi dalam waktu dekat. Mereka tak sendiri, tapi bersama perwakilan PT Waskita dan SNJ. Masing-masing bakal mempertanyakan tuntutan penyesuaian ukuran underpas tersebut.

Selanjutnya warga memilih untuk membubarkan diri pada pukul 11.30. Termasuk puluhan personel baik dari Polsek Mantingan, Polres Ngawi dan anggota Koramil Mantingan.

‘’Tugas kami mengamankan agar aksi unjuk rasa tetap berjalan kondusif. ‘’ ungkap Kapolsek Mantingan, AKP Pujianto. (odi/pra)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua WBP Nusakambangan Kabur, Kanwilkumham Jateng Bentuk Tim Pemburu


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler