Mahar KPH Notonegoro, Wujud Menghargai GKR Hemas

Rabu, 23 Oktober 2013 – 07:26 WIB

jpnn.com - JOGJA - GKR Hemas dan KPH Notonegoro resmi menjadi suami isteri. Prosesi akad nikah berlangsung di Masjid Panepen Keraton Jogjakarta, acara sakral itu tanpa dihadiri mempelai perempuan yang diwakili orang tua, Sri Sultan HB X didampingi para menantu dan kerabatnya.

Penghulu dalam akad nikah, Kanjeng Raden Penghulu Dipodiningrat sebelumnya memberikan wejangan kepada KPH Notonegoro.

BACA JUGA: Sistem CAT Error, Peserta Tes CPNS Mengeluh

"Wong wedok niku tanggung jawabe wong lanang (Perempuan itu merupakan tanggung jawab laki-laki)," kata Dipodiningrat, kemarin (22/10).

Usai diberikan wejangan, KPH Notonegoro lalu melakukan ijab dengan dipimpin oleh Sri Sultan HB X.

BACA JUGA: Ditolak Kepala Daerah, Konversi Gas Ditunda

"Saya setuju menikahi anak Ngarso Dalem, dengan mas kawin Alquran dan seperangkat alat salat dibayar tunai," jawab KPH Notonegoro.

KPH Notonegoro memang hanya memberikan mas kawin berupa Alquran dan seperangkat alat salat, tanpa adanya uang atau pun cincin emas. Karena menurutnya, GKR Hayu tidak bisa dinilai dengan materi.

BACA JUGA: Dua Hiu Tutul Terperangkap Jaring Nelayan

Setelah akad selesai dilaksanakan, KPH Notonegoro meninggalkan Masjid Panepen disusul oleh Sri Sultan HB X. Nantinya akan dilanjutkan dengan prosesi Panggih di bangsal kencono, yang mempertemukan kedua mempelai. (fid)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemadaman Listrik Total Ancam Sulbar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler