Mama Pusing karena Anak Gagal PPDB Zonasi, Banyak Swasta Tutup Pendaftaran

Minggu, 23 Juni 2019 – 08:18 WIB
Eliza Ernawati (kanan) dan Holida menyampaikan keluh kesah ke Presiden Jokowi seputar PPDB sistem zonasi, di Surabaya, Kamis 20/6). Foto: DIMAS MAULANA/JAWA POS

jpnn.com, MALANG - Masa pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMA dan SMK negeri di Jatim sudah berakhir Jumat (21/6).

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Malang sejak hari kedua (17/6) hingga Jumat, beberapa orangtua yang mendampingi anaknya daftar PPDB tampak pontang-panting untuk mencari sekolah swasta. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika anaknya gagal masuk sekolah negeri.

BACA JUGA: Sofia Menangis, Anak Tak Lolos PPDB Sistem Zonasi Hanya Karena Salah Ketik Alamat

Namun sayang, usaha orangtua tersebut tak berjalan mulus di hari terakhir penutupan PPDB, Jumat. Karena sebagian besar sekolah swasta sudah tutup pendaftarannya.

Seperti yang dialami Walimah, warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang mendaftarkan putranya, Rizky A. Karena anaknya tidak ada lagi di pemeringkatan zonasi UN. Alias tak diterima di sekolah negeri.

BACA JUGA: Eliza Ernawati Genggam Tangan Jokowi, Curhat soal PPDB Sistem Zonasi

”Ya agak repot ya, karena mau cari swasta di dekat Dau juga jauh dan banyak yang tutup. Kebanyakan SMA swasta sudah tutup duluan,” kata perempuan yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.

BACA JUGA: Sofia Menangis, Anak Tak Lolos PPDB Sistem Zonasi Hanya Karena Salah Ketik Alamat

BACA JUGA: PPDB Sistem Zonasi: Jarak Rumah ke Sekolah Lebih Penting Dibanding Nilai UN

Menurut dia, dirinya juga sempat mendaftarkan anaknya ke beberapa SMA swasta. Seperti SMA Islam Malang dan SMA Brawijaya Smart School (BSS). Namun, hasilnya masih belum ada kepastian. ”Sampai di (SMA) BSS katanya sudah mau tutup,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMA BSS Ani Herawati menyampaikan, sekolahnya baru tahun ini banyak pendaftar. Sehingga, sekolah di bawah naungan Universitas Brawijaya (UB) ini tak lagi menampung siswa yang gagal seleksi sekolah negeri. ”Kalau dikatakan berkah, seharusnya iya. Tapi kan kami melihat daya tampung dan sarpras kami,” ujar dia.

Dia menambahkan, total ada sekitar 192 siswa baru yang diterima SMA BSS tahun ini. Jumlah ini dibagi ke dalam empat kelas IPA dan dua kelas IPS. Atau sebanyak 6 kelas. ”Kami ada enam kelas, per kelas hanya 30–32 siswa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, PPDB sekolahnya sudah dibuka PPDB sejak Februari hingga Mei lalu. Sehingga, pada Juni ini sudah tak ada kursi sisa. ”Kami tidak menggunakan seleksi nilai ujian nasional (NUN) dan rapor. Tapi (tes) dengan sistem computer assisted test (CAT),” jelas perempuan yang juga wakil kepala (waka) sekolah bagian sarana prasarana (sarpras) ini.

Sistem tes ini, dia melanjutkan, seperti halnya tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Materinya berupa tes potensi akademik (TPA) dan tes penjurusan. ”Setelah selesai tes, nilainya langsung keluar,” tandasnya.

Terpisah, Ika Nurmalila, petugas pusat informasi penerimaan siswa baru SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM), menyampaikan, di sekolahnya sudah dibuka pendaftaran gelombang pertama sejak Februari lalu. Baru dibuka lagi gelombang II dan sudah ada lebih 300 pendaftar.

”Untuk gelombang dua, kami hanya butuh 100 orang untuk kelas reguler. Sedang kelas International Class Program (ICP) kurang empat anak,” ungkapnya.

BACA JUGA: PPDB Jalur Zonasi, Boleh Diranking Berdasar Prestasi Calon Siswa

Sedangkan berdasarkan pantauan wartawan Radar Malang, beberapa sekolah lain juga sudah tutup pendaftarannya. Seperti SMA Islam Malang dan SMA Salahuddin serta SMA Islam Sabilillah.

”Kami minta agar sekolah swasta yang belum penuh untuk melapor. Tujuannya agar kami bisa bantu sosialisasikan,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kota Malang-Kota Batu Ema Sumiarti. (san/c1/im)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudah Lelah Perjuangkan Anak Ikut PPDB Sistem Zonasi, Akhirnya Daftar ke Sekolah Swasta


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler