Mantan Caketum Ini Malas Bahas Struktur DPP Golkar

Selasa, 31 Mei 2016 – 09:37 WIB
Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak mau banyak komentar terkait nama-nama kepengurusan DPP Partai Golkar di bawah pimpinan Ketua Umum, Setya Novanto.

Syahrul yang merupakan satu dari delapan calon ketua umum yang bertarung di Munas Bali, tidak diakomodir masuk dalam struktur kepengurusan. Namun Syahrul menyebut, dirinya adalah pekerja dan tidak dalam posisi mengejar jabatan apa-apa. "Kalau soal jabatan-jabatan, saya malas bahas. Saya ini pekerja," katanya, seperti dikutip dari Fajar, Selasa (31/5).

BACA JUGA: Baru Melangkah, Setnov Sudah Salah

Demikian halnya terkait dengan isu menteri yang akan digodok Golkar untuk diajukan ke pemerintah setelah menyatakan bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sebagai partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK, Syahrul mengatakan, Golkar sekarang baru bicara tahap kepengurusan. Bukannya bahas calon menteri. "Ah, tidak ada dulu itu. Kan sekarang masih sibuk soal kepengurusan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto mengatakan, soal pengusulan calon menteri itu merupakan hak prerogatif presiden. Jika pun nantinya, Golkar diminta untuk mengutus kadernya, maka dengan senang hati akan menyodorkan nama yang terbaik. Namun, dia menolak untuk membocorkan siapa nama calon menteri yang dipersiapkan.

BACA JUGA: Inilah Nama-nama Bermasalah di Kepengurusan DPP Partai Golkar

Nama-nama yang muncul seperti Idrus Marham yang dijanjikan akan didorong menjadi menteri setelah menyatakan mundur dari pencalonan juga tidak ingin ditanggapi mantan ketua DPR RI ini. "Nanti hal tersebut akan dilihat. Itu kan juga bukan keinginan kita itu hak presiden. Kalau diminta ya kami akan berikan tentunya," kata Novanto. (arm/adk/jpnn)

BACA JUGA: TNI Siap Hadapi Kejahatan Lintas Negara

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Skenario Pemangkasan Jumlah PNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler