PANGANDARAN - Tidak semuanya juragan Arab Saudi memperlakukan TKI dengan kejamOnin (49), warga Nagrak, Dusun Cimanggu, Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Ciamis mengaku mendapatkan uang bantuan dari keluarga majikan suaminya
BACA JUGA: Ombak Besar Ciutkan Nelayan
Padahal, sang suami telah meninggal lima tahun lalu.Kata Onin, tiap bulan dia menerima uang tunjangan dari mantan majikan Suparman, suaminya
Onin mengatakan, Suparman meninggal karena serangan jantung
BACA JUGA: Bonaran Diminta Akhiri Konflik Tapteng-Sibolga
Dia terserang jantung di Arab SaudiBACA JUGA: Tanpa Usulan Gubernur, Mendagri Copot Bupati Mamasa
Onin mengaku kaget saat mendengar suaminya meninggalKarena, beberapa hari sebelumnya, Suparman mengaku akan kembali ke tanah air.
Terkait serangan jantung yang diderita Suparman, kata Onin, sebelumnya berdasarkan penuturan teman suaminya bahwa Suparman jatuh pingsan saat berbelanja di swalayan“Kami sekeluarga panik, sebetulnya ada apa karena tak ada kabar sedikit pun yang jelas,” ujarnya
Kebingungan melanda keluarga Onin, karena dia tidak tahu cara mengambil jenazah suaminyaHingga akhirnya, keluarga merelakan Suparman dikuburkan di Arab Saudi“Kami tak dapat bertemu dan melihat wajahnya untuk yang terakhir kali,” sesalnya.
Ia pun harus puas dengan kabarnya sajaSetelah itu ia mendapatkan berkas-berkas dari dokter yang merawat suaminya di ArabDalam berkas tersebut ada hasil laboratorium dan foto sinar xMemang hasil laporan dokter bahwa suaminya meninggal karena serangan jantung
Diceritakan, sekitar tahun 2000, Suparman memutuskan berangkat ke Arab SaudiSaat itu dia diajak tetangganyaSuparman berangkat dengan penyalur PT Pahat Fajar Mustika yang ada di JakartaSuparman menjadi TKI di Arab Saudi dengan pekerjaan sebagai sopir pribadi.
Tahun 2004, Suparman pulang ke IndonesiaNamun, dia hanya bertahan tiga bulan sajaDi tahun yang sama dia kembali ke Arab dan menjadi sopir di majikan yang sama, sampai akhirnya meninggal(riz)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rp20 Triliun untuk Pertanian Aceh
Redaktur : Tim Redaksi