JAKARTA- Achmad Sujudi, mantan Menteri Kesehatan era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, harus menjalani puasa di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta TimurPasalnya, pada Jumat (21/8) pukul 19.10 WIB, dia bersama Direktur Utama PT Kimia Farma Trading Gunawan Pranoto dan Direktur Utama PT Rifa Jaya Mulia Rinaldi Yusuf digiring menuju tahanan oleh tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
BACA JUGA: Polri Amankan 82,5 Ton Biji Timah
Ketiganya ditahan karena terlibat korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kawasan Indonesia timur tahun 2003.Akibat perbuatan ketiganya, menurut juru bicara KPK Johan Budi SP, negara menderita kerugian Rp 91,5 miliar dari nilai kontrak Rp 190 miliar
BACA JUGA: Lemah, Advokasi RI ke David Widjaya
Meski satu kasus, penahan terhadap ketiganya dipisah satu sama lainBACA JUGA: Teroris Indonesia Diduga Targetkan Obama
Hanya Achmad Sujudi yang mau berkomentar soal penahannya itu."Nanti kalau udah selesai dikasih tahu, tak yang ada prinsipal pertanyaannyaTak perlu dijelaskan," katanya seraya menuju mobil tahanan Kijang Innova B 8593 WUPengacara Gunawan, Tengku Nasrullah mengatakan, kliennya tak pernah menggelembungkan harga (mark up) sampai 5000 persen seperti yang dituduhkan KPKSelisih harga terjadi karena perusahaan harus memperhitungkan biaya transportasi ke Indonesia timur, pemasangan alat dan pendidikan operator di daerah.
"Semua keuntungan masuk ke kas negara (Kimia Farma), bukan Gunawan pribadi," ucap TengkuDiakui, proyek pengadaan alat kesehatan melalui penunjukan langsung ke Kimia FarmaKemudian PT Rifa bekerjasama dengan Kimia Farma untuk pengadaan sekaligus pemasangan alat ke daerah yang ditunjuk(pra/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Puskesmas Perlu Terapkan Rekam Medik Elektronik
Redaktur : Tim Redaksi