Masih Banyak Balita Minum Susu Kental Manis  

Rabu, 30 Januari 2019 – 01:15 WIB
Para pembicara pada dalam acara diskusi publik menyambut Hari Gizi Nasional 2019 dengan tajuk Menuju Zero Gizi Buruk dan Stunting 2045 di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta, Selasa (29/1). Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas) Arif Hidayat mengatakan, minimnya pengetahuan orang tua dan informasi produk makanan yang menyesatkan menjadi salah satu penyebab anak kekurangan gizi yang berujung stunting.

"Sebagai contoh, masih banyak para orang tua yang tidak tahu susu kental manis (SKM) itu bukanlah susu untuk anak. Kandungan gizinya minim, tetapi kandungan gulanya sangat tinggi," kata Arif dalam acara diskusi publik menyambut Hari Gizi Nasional 2019 dengan tajuk Menuju Zero Gizi Buruk dan Stunting 2045 di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta, Selasa (29/1).

BACA JUGA: GKIA Desak Pemerintah Tegas soal Promosi Susu Kental Manis

Menurut Arif, berdasarkan kunjungan lapangan di daerah Bandung dan Cirebon (Jawa Barat) serta Pandeglang (Banten) pada periode November-Desember 2018, KOPMAS menemukan 12 anak yang mengalami gizi buruk.

Salah satu penyebabnya ialah pemberian SKM pada balita dan anak-anak. Dia menambahkan, orang tua masih memiliki pengetahuan yang rendah tentang pentingnya periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

BACA JUGA: Muslimat NU Berharap Iklan SKM Sebagai Susu Dihilangkan

Menurut dia, hasil temuan itu juga menunjukkan bahwa masih banyak orang tua yang belum mendapatkan edukasi yang baik tentang bagaimana membesarkan anak.

"Pandeglang merupakan salah satu daerah dengan kasus gizi buruk yang paling tinggi. Ini PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” kata Arif.

BACA JUGA: Susu Kental Manis Bukan Pengganti ASI

Wakil Ketua Kopmas Yuli Supriati menambahkan, mudahnya masyarakat mendapatkan susu kental manis di warung-warung adalah salah satu penyebab gizi buruk.

Menurut dia, para ibu tergiur dengan iklan yang secara kasat mata menampilkan anak-anak sehat dan ceria setelah mengonsumsi susu kental manis.

Padahal, bahan terbesar susu kental manis ialah gula dengan kandungan susu yang rendah serta harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan susu pertumbuhan anak.

"Ibu-ibu di pelosok daerah ini belum teredukasi. Walau sudah diberi pemaparan oleh kader, mereka tetap tergiur oleh iklan susu kental manis," kata Yuli. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Produsen Susu Kental Manis Wajib Perbaiki Label


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler