Mau Tahu Berapa Kapal Ikan Asing Ditangkap Sepanjang 2016? Klik Ini

Sabtu, 15 Oktober 2016 – 19:16 WIB
Tiga kapal ikan milik Vietnam berbendera Malaysia yang ditangkap PSDK di Jembatan II Barelang karena mencuri diperairan Kepri, Jumat (14/10). F. Dalil Harahap/Batam Pos/jpg

jpnn.com - BATAM - Penangkapan tiga kapal ikan asal Vietnam menambah daftar panjang jumlah KIA yang ditangkap karena terlibat illegal fishing di perairan Kepulauan Riau. Sepanjang tahun 2016 ini totalnya sudah 25 unit KIA yang berhasil ditangkap.  

Ke 25 kapal itu tiga diantaranya masih disidik, delapan dalam persidangan. "Sisanya sudah diputuskan dan beberapa sudah ditenggelamkan termasuk 10 kapal yang ditenggelamkan baru-baru ini," sebut Kepala Satker PSDKP Batam Akhmadon seperti diberitakan Batam Pos (Jawa Pos Group) hari ini (15/10).

BACA JUGA: 3 Kapal Ikan asal Vietnam Ditangkap sedang Mencuri Ikan

Angkat tersebut diakui Akhmadon memang masih tinggi sebab ditahun 2015 lalu PSDKP menangani 32 unit KIA."Secara grafis memang belum ada penurunan. Masih menggiurlah kekayaan laut kita sehingga masih banyak KIA yang masuk dan mencuri ikan kita," ujarnya.

Mengenai hukuman penenggelaman KIA yang ditangkap, memang selama ini sudah dilakukan secara tegas. Dari tahun 2014 lalu, ada sekitar 34 unit KIA yang sudah ditenggelamkan. Namun itu sepertinya belum memberikan efek jera apapun. 

BACA JUGA: Menpan Tegaskan PNS Pungli Siap-siap Ditangkap OPP

"Itu karena potensi perairan kita masih sangat menggiurkan dan kurang dimanfaat dengan baik sehingga nelayan asing ini terus datang untuk mencuri ikan kita," ujarnya.

Untuk itu Akhmadon kembali menghimbau kepada segenap masyarakat di Kepri agar sama-sama mengawasi dan menjaga wilayah periaran kita agar pergerakan para pencuri ikan itu bisa dipersempit atau dicegat. "Ini tanggung jawab kita bersama. 

BACA JUGA: Oknum Polisi Diamankan Tim OPP karena Pungli

Kalau lihat atau mengetahui adanya nelayan asing, segera lapor ke aparat terkait yang terdekat agar segera ditindak. Jangan beri mereka kesempatan karena kerugian negara bukan saja pada nilai ikan yang dicuri tapi juga kerusakan lingkungan laut kita," ujar Akhmadon. (eja/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Anjlok, Petani Singkong Menjerit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler