Menentang Festival Makan Daging Anjing di Yulin, Inilah yang Dilakukan Pelawak Tenar Ricky Gervais

Rabu, 24 Juni 2015 – 06:10 WIB
Ricky Gervais

jpnn.com - PELAWAK ternama Ricky Gervais telah meluncurkan kampanye hak-hak binatang baru, memprotes kekejaman Festival Makan Daging Anjing di Yulin. Gervais, yang merupakan pendukung setia hak-hak binatang, telah bergabung dengan kampanye untuk mengakhiri festival tersebut.

Setiap tahun, sekitar 10.000 anjing, sebagian besar hewan peliharaan banyak yang dicuri disembelih di provinsi Guangxi.

BACA JUGA: Aktivis Pencinta Hewan Tandatangani Petisi Hentikan Festival Daging Anjing di Yulin

Beberapa laporan mengklaim bahwa 500.000 kilogram daging anjing dikonsumsi setiap tahunnya setiap festival itu diselenggarakan. Festival ini memang telah berlangsung pada 22 Juni untuk merayakan titik balik musim panas.

Meski demikian Humane Society International tetap meluncurkan sebuah petisi untuk menekan dunia internasional mengencam acara tersebut lewat sebuah akun twitter milik organiasi tersebut.

BACA JUGA: Ibu Ini Habiskan Ribuan Dolar Demi Selamatkan Ratusan Anjing dari Pembantaian Festival Yulin

Dalam akun itu, organisasi itu mecuit, selamatkan anjing ini dari pembantaian di Yulin dan berikan namanya Ricky untuk menghormati sang pelawak.

SAVED! this sweet dog in a Yulin slaughterhouse, named him Ricky to honor our friend @rickygervais #StopYulin2015 pic.twitter.com/kXhABgHw6x

BACA JUGA: Puasa saat Hawa Panas Menyengat dan Listrik Padam, Sudah Renggut 450 Nyawa

Humane Society Int'l (HSIGlobal) 15 Juni 2015

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gervais mengatakan: "Teman-teman saya di Humane Society International bekerja tanpa lelah untuk mengakhiri perdagangan kejam ini di seluruh Asia, dan mereka sangat membutuhkan bantuan Anda."

"Saya telah melihat rekaman yang HSI telah direkam pada video, dan itu menghancurkan hati saya, saya tidak akan pernah lupa dengan wajah bingung dan ketakutan pada binatang malang itu. Anjing dan kucing menunggu nasib yang mengerikan ada hewan layak diperlakukan seperti ini. " ujarnya.

HSI mencatat bahwa mayoritas warga Tiongkok menentang even yang juga disebut sebagai 'festival kekejaman' tersebut. (ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga..., Wanita Ini Lompat ke Danau Lantaran Suami Menolak Beli Tas Untuknya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler