Mengenaskan, Petani Ini Ditemukan Tewas Dalam Gubuknya

Kamis, 20 Agustus 2015 – 03:15 WIB

jpnn.com - BLANGPDIE - Munir (40) petani nilam warga Gampong Persiapan Drien Berembang Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya),  Aceh, ditemukan tewas di dalam sebuah gubuk yang ada di dalam kebunnya, Rabu (19/8) pagi. 

Lokasi penemuan mayat itu berada diperbukitan gunung Alue Pisang sekitar 8 kilometer dengan jarak tempuh sekitar dua jam lebih. Munir ditemukan tergeletak didalam gubuknya yang terkunci dari dalam.  

BACA JUGA: Dua Pekerja Meregang Nyawa Tersengat Listrik di Tiang Jaringan Telkom

Disebelahnya terdapat nasi yang sedang dimakan dan beras yang dibawa selama bekal di kebun didaerah pergunungan. Selama ini, Munir dikenal sebagai petani nilam.

Dia memiliki kebun nilam dan mengolahnya sendiri minyak nilamnya. Biasanya Munir hanya pergi untuk tiga hari. Namun sepekan ini Munir sudah seminggu tidak pulang.

BACA JUGA: Dua Kelompok Polisi Berebut Benda Bundar, Kenakan Tameng, Pelindung dan Helm

Penemuan mayat dipergunungan sontak mengejukkan warga sekitar termasuk petani yang berkebun didaerah pengunungan di Alue Pisang dan Krueng Batee. Warga pun ikut membantu evakuasi bersama tim PMI Abdya.

"Benar ada temuan mayat tadi pagi di (kemarin-red) di kebun korban," akui Camat Kuala Batee, M Tahir yang dikonfirmasi Rakyat Aceh kemarin. Dijelaskan, orang yang pertama menemukan jenazah itu adalah ayahnya. Karena  korban pergi kekebun sudah tujuh hari tidak pulang-pulang.

BACA JUGA: Nama-nama Penjabat Kada di Sumut Ditetapkan Dua Pekan Lagi

"Lama tak pulang, ayahnya menyusul dan menemukan anaknya sudah tidak bernyawa," tutur Camat Kuala Batee.

Tahir menambahkan, Munir pamit pergi ke kebun dengan membawa bekal beras sebanyak satu bambu. Biasanya Munir kembali pulang kekampung setelah tiga hari. Sebab beras satu bambu cukup untuk tiga hari. Karena curiga sudah seminggu tidak pulang, ayahnya menyusul ke hutan. Anaknya ditemukan dalam keadaan masih utuh dan masih menggunakan pakaian.

Diduga korban meninggal sedang makan, karena disamping mayat ditemukan nasi dipiring dan beras yang baru sedikit digunakan. "Saat ditemukan memang sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Kira-kira ia meninggal sudah lima hari," sebutnya.

Setelah penemuan korban, Tim PMI dan masyarakat mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum Tengku Pekan (RSUTP) Abdya untuk di visum. "Jasad korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk di visum, dan selanjutnya akan di bawa pulang ke rumahnya untuk di makamkan," tuturnya. (ria)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hah? Uang Rp 6,5 M di Pesawat Trigana Air Akan Dimusnahkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler