Meninggal di Usia 117 Tahun, Nabi Gagal Masuk Buku Rekor

Senin, 23 April 2018 – 07:50 WIB
Nabi Tajima. Foto: AFP

jpnn.com, JEPANG - Rencana untuk memasukkan Nabi Tajima dalam daftar The Guinness Book of World Records sebagai manusia tertua di dunia pupus sudah. Perempuan berusia 117 tahun itu berpulang Sabtu malam (21/4).

Tajima meninggal di salah satu rumah sakit di Kikai, Prefektur Kagoshima, Jepang, Sabtu malam (21/4). Dia dirawat di rumah sakit itu sejak Januari.

BACA JUGA: Bantu Revolusi, Jepang Kirim Pakar Toilet ke Tiongkok

Tajima lahir pada 4 Agustus 1900 di Araki, Pulau Kikaijima, Jepang. Dia punya 7 putra, 2 putri, dan 28 orang cucu. Jumlah total keturunannya diyakini mencapai lebih dari 160 orang. Cucunya bahkan sudah ada yang memiliki buyut.

Tajima adalah manusia ketiga yang tercatat hidup paling lama. Sebelumnya ada Jeanne Calment asal Prancis yang meninggal di usia 122 tahun 164 hari dan Sarah Knauss dari Amerika Serikat (AS) yang berpulang di usia 119 tahun 97 hari. Saat tutup usia, Tajima tepat berumur 117 tahun 260 hari.

BACA JUGA: Mbak Puan Temui Para TKI Careworker di Jepang, Ini Pesannya

Tak banyak yang diketahui dari sosok Tajima. Dia selama ini jarang sekali mau diwawancarai, baik oleh media lokal maupun internasional. Yang jelas, sebelum kematiannya, dia tercatat sebagai orang tertua di Jepang. Status itu bisa meningkat seandainya Tajima hidup lebih lama.

Tujuh bulah lalu, Violet Brown dari Jamaika meninggal di usia 117 tahun. Tajima sedang diverifikasi untuk dicatatkan dalam daftar The Guinness Book of World Records sebagai manusia tertua di dunia yang masih hidup. Sayang, sebelum semua proses selesai, Tajima keburu tutup usia.

BACA JUGA: Rental Orang di Jepang: Bukan Prostitusi, Banyak Manfaatnya

Usia memang tak bisa berbohong. Meski berhasil hidup lama, kesehatan dan vitalitas Tajima terus menurun seiring bertambahnya usia. Saat Brown meninggal, Tajima menjadi manusia tertua di dunia meski belum diakui Guinness World Records.

Saat itu media-media Japang banyak memuat video tentang Tajima. Di beberapa video tampak dia menggerakkan tangan mengikuti suara musik. Tapi, banyak pula yang menunjukkan bahwa Tajima mulai bertingkah seperti layaknya anak-anak. Salah satunya, mengenyot ibu jari.

Celino Villanueva Jaramillo asal Cile pernah mengklaim sebagai orang tertua di dunia. Dia mengaku berusia 121 tahun. Di kartu tanda pengenalnya, dia lahir pada 25 Juli 1896.

Sayang, pria yang meninggal tiga hari sebelum Tajima tersebut tak bisa mendapatkan pengakuan. Sebab, dokumen-dokumen yang mendukung klaimnya sangat terbatas.

Api yang membakar rumahnya sekitar 20 tahun lalu ikut melahap sertifikat kelahirannya. Jaramillo meninggal setelah terjatuh dari tempat tidurnya.

Berdasar data Gerontology Research Group yang berbasis di Amerika Serikat, ada satu orang lagi di Jepang yang layak mendapatkan gelar sebagai orang tertua di dunia. Dia adalah Chiyo Yoshida. Sepekan lagi, dia berusia 117 tahun.

Jepang memang terkenal dengan penduduknya yang panjang usia. Reuters melansir, saat ini ada 67.824 orang centenarian (berumur di atas 100 tahun) di Negeri Sakura itu.

Padahal, pada 1963 hanya ada 153 orang yang umurnya di atas seabad. Awal bulan ini, Masazo Nonaka diakui Guinness World Records sebagai pria tertua di dunia. Dia tinggal di Ashoro, Hokkaido, Jepang. Nonaka berusia 112 tahun. (sha/c22/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bisnis Rental Orang di Jepang: Berawal dari Sakit Hati


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler