Mentan Deklarasikan Pengembalian Kejayaan Rempah Indonesia

Rabu, 04 Oktober 2017 – 15:33 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat kerja (raker) tentang Kembalikan Kejayaan Rempah Indonesia di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (4/10). Foto dok Humas

jpnn.com, AMBON - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mendeklarasikan pengembalian kejayaan rempah-rempah Indonesia paling cepat dalam 10 tahun. Satu upaya yang dilakukan dengan mengalokasikan anggaran bantuan bibit sebesar Rp 200 miliar yang bersumber dari dana APBNP 2017.

"Anggaran Rp 5,5 triliun untuk bibit. Ini baru APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan)," ujarnya dalam rapat kerja (raker) tentang Kembalikan Kejayaan Rempah Indonesia di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (4/10).

BACA JUGA: Kementan Gelar Pangan Murah di Pasar Induk Beras Cipinang

Bantuan Rp 200 miliar tersebut diberikan kepada Provinsi Maluku dan Maluku Utara, masing -masing Rp 100 miliar.

"Jika kurang kami masih ada anggaran tiga tahun ke depan. Kami anggarkan tiga tahun berturut-turut," imbuhnya.

BACA JUGA: Mentan: Mimpi Saya, Maluku Harus Goncang Dunia dengan Rempah

Amran meminta kepala dinas terkait, agar mengalokasikan bantuan tersebut ke sejumlah daerah berdasarkan keunggulannya masing-masing.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, Amran juga memberi bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor sebanyak 20 unit.

BACA JUGA: Ini Strategi Menata Industri Perberasan Nasional

Untuk menyejahterakan petani, pemerintah mendorong investor untuk datang dan membangun industri pengolahan sekaligus menjual produk jadi.

Amran mendorong pihak perguruan tinggi turut berpartisipasi pada kegiatan yang bertujuan mengembalikan kejayaan rempah nusantara 500 tahun silam, kala dijajah Eropa. Para akademisi diharapkan menjadi pendamping, agar implementasinya di lapangan berjalan optimal.

Amran berharap jajaran Kodam XVI/Pattimura dan Polda Maluku turut mengawal kegiatan tersebut, seperti penyaluran bantuan bibit agar tidak ada barang-barang palsu.

"Tolong Pak dikawal," pintanya.

Amran optimistis rempah-rempah nusantara akan kembali berjaya dalam tempo satu dasawarsa, mengingat ada dua keunggulan di Maluku. Pertama, memiliki bibit unggul, seperti kayu manis, cengkeh, pala, dan sebagainya. Penduduk Maluku pun berasal dari gen unggul, baik Arab, Tiongkok, Belanda, Inggris, dan Portugis.

Kedua, agroclimate Maluku pun tiada banding.

"Persoalannya, mau enggak gen-gen ini bertemu? Kalau bertemu, ini dahsyat," kata menteri kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu meyakinkan.

Dia meyakini bangsa Eropa bakal kembali melirik Indonesia bak 500 tahun silam. Namun, kehadirannya nanti untuk menjadi pembeli rempah-rempah, dan sebagai turis.

"Kalau ini kami angkat kembali, Belanda nanti kembali ke sini, Inggris ke sini, Tiongkok ke sini sebagai pembeli, dan turis" paparnya.

Pada kesempatan sama, Gubernur Maluku, Said Assagaf, mengaku gembira dan mengapresiasi rencana Menteri Amran mengembalikan kejayaan rempah. Karenanya, dia memastikan akan menyukseskan kebijakan tersebut.

"Semoga dengan gagasan Pak Menteri, rempah-rempah kembali dapat perhatian dan menjadi sumber kesejahteraan rakyat di negeri ini," ucapnya.

Said mendukung kebijakan Menteri Amran, lantaran perkembangan peradaban Maluku tak lepas dari rempah. Sebab, kekayaan rempah di Maluku pada tahun 1.500-an mendorong Eropa untuk datang.

"Karena itu pula, awal proses kolonialisasi di nusantara, Maluku satu-satunya wilayah yang pernah dijajah lima bangsa," ungkapnya.

Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo, juga menyatakan dukungan sama.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Program GEMPITA Kementan Dorong Sulteng Swasembada Jagung


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler