Mentan Harap Swasembada Daging Tak Gagal Lagi

Minggu, 14 Maret 2010 – 11:12 WIB
JAKARTA- Menteri Pertanian, Suswono, berharap program swasembada daging tercapai pada tahun 2014Program ini, sudah mengalami kegagalan tahun 2005 lalu.

"Untuk itu perlu dukungan semua pihak dalam swasembada daging

BACA JUGA: Monopoli Penerbangan Umrah

DPR juga menyambut baik dan ikut memberikan dorongan terhadap program ini," katanya, usai pameran Agrinex di Jakarta, akhir pekan ini.

Kementerian Pertanian, lanjutnya, juga mendorong agar investor mau menanamkan modalnya dalam usaha pembibitan sapi
Dia mengakui, minat investasi dibidang pembibitan sapi masih minim

BACA JUGA: Ritel Modern Tanpa Izin Harus Ditutup

Para pengusaha lebih memilih untuk mengimpor sapi bakalan ketimbang mendirikan usaha pembibitan.

Beberapa alasannya, karena perputaran modal dalam usaha pembibitan sapi relatif lama
Terlebih lagi, usaha pembibitan sapi memerlukan modal yang tidak sedikit

BACA JUGA: Zonasi Pasar Modern Tak Bisa Seragam

"Untuk mendapat untung, usaha pembibitan pun perlu dilakukan dalam skala besar dan mendapat dukungan dari pemerintah," jelasnya.

Menurut catatan Kementan, setiap tahunnya terdapat sedikitnya 600 ribu ekor per tahun pengajuan izin imporSuswono mengatakan bahkan pengajuannya pernah mencapai capai 1 juta ekor lebih.

Guna menstimulus pengembangan usaha pembibitan sapi dalam negeri, saat ini kuota impor sapi bakalan dibatasi sebesar 400.000 ekor per tahun.

Stimulus yang diberikan, kata Suswono, masuk dalam  program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS) 2014Bentuknya antara lain; Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), integrasi perusahaan sawit dengan ternak sapi, Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) hingga program Sarjana Membangun Desa.

KKP-E merupakan merupakan skim kredit bersubsidi untuk membiayai sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan (tebu), peternakan (termasuk sapi), dan pengadaan pangan.

"Sementara, KUPS merupakan skim kredit bersubsidi untuk membiayai usaha pembibitan sapi,” katanya.(lev/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penataan Pasar Modern Dipasrahkan ke Pemda


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler