Menteri Nasir Minta DRN Pastikan Riset Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 05 Juli 2019 – 00:35 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir saat melantik anggota DRN. Foto: Humas Kemenristekdikti

jpnn.com, JAKARTA - Menristekdikti Mohamad Nasir minta Dewan Riset Nasional (DRN) memastikan riset mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Permintaan itu ditujukan kepada 74 anggota DRN Periode 2019-2022. Ke-74 anggota tersebut dibagi dalam sembilan komisi teknis di dalam DRN.

"Saya punya mimpi sampai tahun 2022, inovasi menjadi tulang punggung bangsa untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, memacu pertumbuhan ekonomi negara dengan menghasilkan nilai tambah untuk ekonomi Indonesia dari berbagai bidang. Di mana hal ini sudah tertuang dalam Perpres Rencana Induk Riset Nasional," kata Menteri Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Kamis (4/7).

BACA JUGA: Nasir Dorong Perkuliahan di Perguruan Tinggi Gunakan Video 3 Dimensi

Dia berharap Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) bisa diimplementasikan dengan baik oleh anggota DRN baru sekaligus sebagai think tank-nya Indonesia, untuk memikirkan bagaimana inovasi bisa terwujud di setiap sektor dan pelosok negeri ini.

Selain melalui RIRN yang didukung dan dipromosikan oleh DRN, Kemenristekdikti saat ini mengupayakan ada integrasi yang lebih dalam penelitian dan penciptaan inovasi melalui (draft) Rancangan Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (RUU Sisnas Iptek).

BACA JUGA: Menteri Nasir Dorong Perguruan Tinggi Tingkatkan Inovasi Mitigasi Bencana

Riset ke depan, lanjut Nasir, diharapkan tidak lagi tercecer di kementerian teknis, pada lembaga-lembaga pemerintah non kementerian (LPNK). Riset harus terintegrasi menjadi satu dalam wadah yang lebih strategis.

BACA JUGA: Darmono: Pendidikan Agama Tidak Perlu Diajarkan di Sekolah

BACA JUGA: Menteri Nasir: Akreditasi Mudahkan Produk Indonesia Tembus Pasar Global

"Saya sudah menjelaskan kepada Bapak Presiden, agar ide strategis ini akhirnya dituangkan dalam RUU Sinas Iptek. Saya akan mengandalkan para insinyur kita, para expert kita yang luar biasa. Kita punya resources (SDM) yang luar biasa. Kadang-kadang saya bicara di luar negeri, insinyur dan atau para diaspora kita (Indonesia) di sana luar biasa, tapi tidak bisa dikembangkan di dalam negeri. Situasi ini harus kita coba perbaiki tahap demi tahap," harap Menteri Nasir.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DRN Periode 2015 - 2018 Bambang Setiadi memberikan catatan penerapan riset selama DRN bekerja pada periode 2015 - 2018. Bambang menyampaikan riset yang didanai pemerintah kini perlu lebih banyak menghasilkan manfaat bagi publik.

Ada tiga catatan yang diberikan Bambang. Pertama, riset mengalami tekanan untuk mengubah kinerja dan efisiensi dampak riset. Kedua, tekanan utamanya riset yang didanai publik harus bisa bermanfaat lebih dari sekadar peningkatan pengetahuan.

Ketiga, riset harus berperan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan yang berguna, mendukung dan merancang interaksi sosial, menciptakan industri baru, menyediakan pengetahuan sosial humanitas, dan untuk menjamin kualitas kehidupan sosial. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2025, Indonesia Produksi Massal Kendaraan Listrik


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler