Mewabah, 38 Warga Positif HIV/AIDS di 4 Kecamatan

Jumat, 25 Maret 2011 – 13:05 WIB

KOTA BANJAR - Dinas Kesehatan Kota Banjar mencatat sebanyak 38 warga Banjar dinyatakan positif HIV/AIDS (human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome)Jumlah temuan itu tergolong besar dibandingkan dengan luas daerah yang hanya memiliki empat kecamatan. 

"Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah Kota Banjar, temuan angka pengidap HIV/AIDS ini tergolong besar

BACA JUGA: Hutan Bakau Disulap Jadi Tambak Pejabat

Patut untuk diwaspadai," jelas Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Ketua I Komisi Penanggulangan Aids (KPD) Kota Banjar dr H Herman MKes pada Radar Tasikmalaya (Group JPNN)


Dijelaskan Herman, untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, pihaknya secara rutin mengadakan Serosurvey sejenis pengecekan darah dan pengobatan terhadap kalangan yang rentan mengalami penularan HIV/AIDS

BACA JUGA: Walikota Tangerang Menguat Pimpin Demokrat Banten

Diantaranya, penggunaan jarum suntik secara bergantian, berhubungan badan bukan pasangan tanpa menggunakan kondom
Serosurvey tersebut, lanjut Herman dilaksanakan secara unlink anonimous (bersifat rahasia).

"Tak ada yang menolak saat para wanita pekerja seks komersial diambil darahnya, mereka hanya takut saja

BACA JUGA: Korupsi Bansos, Kades dan Bos Tembakau Ditahan

Darah yang diambil untuk dicek itu sebanyak 3 cc, untuk hasilnya baru diketahui sekitar dua minggu," katanya.

Dia menambahkan, ada lima langkah yaitu A-B-C-D-E untuk bisa diterapkan dalam mencegah penularan penyakit mematikan tersebutA (astinent) yang artinya tidak melakukan hubungan seksual tak sehat, B (be faithful) yaitu setia pada pasangan, C (consistent) konsisten menggunakan alat pelindungD (dont use sharing needle) atau jangan menggunakan jarum suntik tak steril, sedangkan E (educating) yaitu pelajari informasi terkait HIV/AIDS dan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS).

Saat ini, lanjut Herman,  generasi muda adalah usia produktif rawan terkena narkoba serta HIV/AIDSDengan demikian, dia mengaharapkan para siswa menjauhi narkoba atau menggunakan Pekerja Seks Komersial (PSK)"Justru (generasi muda, red) harus mampu jadi duta anti narkoba dan HIV/AIDS untuk melakukan sosialisasi dikalangan siswa dan masyarakat," imbuhnya(kun/awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendagri Ladeni Bupati Bonbol di Pengadilan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler