Miris, Ibu Terpaksa Bawa Jenazah Bayi dari RSUD Pakai Angkot

Jumat, 22 September 2017 – 05:35 WIB
Orang meninggal. ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com, JAKARTA - Aksi seorang ibu bernama Delpasari yang terpaksa membawa pulang jenazah anaknya dari RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, bikin miris. Ibu itu diduga tidak mendapat pelayanan ambulans.

Kejadian yang berlangsung pada Rabu (20/9), dan viral di media sosial ini pun langsung disoroti Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay.

BACA JUGA: Tolak Beri Layanan Ambulans, Pelayanan RSUDAM Dikecam DPRD

Apalagi, menurut pengakuan orang tua si anak, sopir ambulans sempat meminta uang Rp 2 juta untuk mempercepat proses administrasi. Namun karena tak memiliki dana, Ibu Delpasari disuruh suaminya membawa pulang jenazah anak yang berusia 1 bulan 10 hari itu menggunakan angkot.

“Saya ikut prihatin kejadian seperti ini terulang lagi. Sepertinya, persoalan uang masih sangat dominan dalam pelayanan sosial dan kesehatan kita. Akibatnya, mereka yang tidak mampu selalu saja mengalami perlakuan yang memilukan hati dan perasaan,” ujar Saleh melalui pesan elektronik, Kamis (21/9).

BACA JUGA: Beginilah Tanggapan RSUDAM Soal Ibu Bawa Jasad Naik Angkot

Pihaknya masih ingat kasus serupa pernah terjadi di Bengkulu beberapa waktu lalu. Mestinya, kata Saleh, kejadian itu tidak perlu terulang lagi jika semua pihak memperhatikan aspek kemanusiaan dalam pelayanan sosial dan kesehatan.

Karena itu, dia meminta Kementerian Kesehatan untuk menelusuri masalah ini. Perlu dibuat aturan yang lebih baik terkait dengan kasus-kasus semacam itu. Semestinya, ada pengecualian terkait pembiayaan bagi mereka yang betul-betul tidak mampu. Apalagi, mereka baru saja kehilangan besar dan tentu sangat sedih dan berduka.

BACA JUGA: Sambil Terisak, Ibu Ini Bawa Jenazah Putrinya Naik Angkot

“Ini yang membuat sebagian kalangan tidak begitu yakin dengan pelayanan BPJS. Faktanya, memang masih banyak hal yang belum dicover oleh BPJS," tukas Saleh.

Untuk itu, politikus PAN ini mendesak supaya lelemahan-kelamahan BPJS Kesehatan harus diperbaiki. Secara perlahan, jika dilakukan secara terarah dan kontinu, BPJS diyakini akan mampu berbuat lebih banyak lagi.

"Kalau didiamkan atau malah seakan tidak ada masalah, dikhawatirkan BPJS kesehatan akan kehilangan kontekstualisasinya," pungkas politikus asal Dapil Sumatera Utara II ini.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dari RSUD, Ibu Bawa Jenazah Putrinya Naik Angkot


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler