Modus Bisa Gandakan Uang, Warga Riau Tipu Korban Rp 1 Miliar

Senin, 16 Juli 2018 – 23:37 WIB
Uang. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Kasus penipuan dengan modus menggandakan uang dan perhiasan kembali terjadi di Batam, Kepulauan Riau.

Sebanyak delapan warga Batamkota jadi korban modus penipuan ini. Tak tanggung-tanggung kerugian para korban mencapai miliaran rupiah.

BACA JUGA: BC Gagalkan Penyeludupan 909 Ekor Kura-kura dari Malaysia

Pelakunya adalah seorang wanita berusia 38 tahun. Wanita berinial Pd itu sudah diamankan Polisi.

Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus kasus penipuan dengan modus mampu menggandakan perhiasan dan uang itu terkuak sepekan yang lalu saat para korban mengadu ke Mapolsek Batamkota.

BACA JUGA: Masih Ada yang Berani Gandakan Uang Tiru Dimas Kanjeng

"Mereka lapor katanya sudah ditipu sama pelaku pengganda uang dan perhiasan ini. Kerugian sekitar Rp 1 miliar," ujar Firdaus saat di Mapolresta Barelang, Senin (16/7).

Saat para korban melapor, pelaku ternyata sudah kembali ke kampung halamannya di Tembilahan, Riau. Dia berusaha menghindar dari para korban yang sudah tahu kalau ilmu ganda uang dan perhiasaanya itu hanya penipuan saja.

BACA JUGA: Kenal Cowok di Medsos, Mahasiswi Nyaris Kehilangan Motor

Mengetahui itu, polisi akhirnya melakukan penyamaran dengan berpura-pura ingin menyimpan uang ke pelaku supaya bisa digandakan.

"Jebakan kami berhasil. Dia kembali ke Batam dan langsung kami bekuk," tutur Firdaus.

Kepada polisi Pd mengakui aksi penipuannya itu. Janji bisa menggandakan uang ataupun perhiasan memang akal-akalannya saja agar para korban mau menyerahkan uang atau perhiasan
kepadanya.

"Akal-akalan dia saja supaya bisa bawa kabur uang atau perhiasan orang," ujar Firdaus.

Untuk meyakini para korban, pelaku awanya berpura-pura sukses menggandakan uang dalam jumlah yang kecil.

Saat para korban merasa yakin, pelaku lantas memintah jumlah yang besar sehingga saat sudah banyak korban menyerahkan uang atau perhiasan dalam jumlah yang banyak
dia pun menghilang.

"Delapan korban terakhir ini ada yang kasih uang, ada perhiasan bahkan berlian juga tapi dibawa kaburnya," tutur Firdaus.

Saat ditangkap polisi, ternyata uang dan perhiasan para korban yang ditipunya sudah tak ada lagi. Pelaku mengaku sudah menggunakan semua uang dan perhiasan tersebut untuk kepentingan keluarganya.

"Tapi itukan pengakuan dia. Kami akan terus dalami kemana uang dan perhiasan para korban yang dibawanya itu," ujar Firdaus.

Selain bisa menggandakan uang sambung Firdaus, pelaku juga mengaku bisa memanggil roh. Namun Firdaus menyebut semua itu hanya alibi yang digunakannya untuk meyakinkan para korban.

"Saya juga heran, kok warga masih percaya dengan hal hal seperti ini. Untuk itu, saya imbau agar masyarakat selalu waspada dan jangan mudah tertipu," imbau Firdaus. (eja)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejari Sebut Kejahatan Narkoba di Batam Sangat Luar Biasa


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler