Muhammadiyah Berminat Jadi Penerbit Dana Investasi Real Estate

Rabu, 31 Agustus 2016 – 02:16 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Manajemen Informasi dan Pengembangan Emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengatakan, banyak pihak yang antusias untuk mulai berpartisipasi dalam mengembangkan dana investasi real estate (DIRE).

Baik sebagai penerbit maupun investor. Dari sisi penerbit, salah satu respons datang dari salah satu lembaga keagamaan terbesar Muhammadiyah. Organisasi bentukan KH Ahmad Dahlan itu punya banyak aset properti di bawah naungannya.

BACA JUGA: Ribuan Koperasi Dibikin Online Tanpa Investasi Besar

Namun, mayoritas merupakan tanah wakaf. Tanah wakaf yang kepemilikannya bersifat aset kolateral sulit menjadi agunan jika ingin mendapat pembiayaan dari bank dalam rangka pengembangan.

Maka, kata Poltak, DIRE merupakan salah satu cara paling tepat. ’’Mereka ada rencana membangun gedung administrasi. Nanti mereka bisa menyewakan kelebihan lantai bangunan gedung ke pihak eksternal,’’ ujar Poltak, kemarin (29/8).

BACA JUGA: BNI Syariah Luncurkan Kartu Tap Cash Multifungsi

Muhammadiyah dianggap potensial karena selain memiliki aset properti yang tersebar di banyak lokasi, anggotanya mencapai puluhan juta orang. Semua bisa menjadi investor yang membeli instrumen DIRE yang diterbitkan Muhammadiyah.

Di luar itu, perbankan juga potensial menerbitkan DIRE. Banyak bank yang memiliki aset perkantoran di beberapa kota. Dalam rangka branchless banking, terbuka ruang kelebihan kapasitas perkantoran untuk disewakan kepada pihak lain.

BACA JUGA: Uji Coba Penutupan Perlintasan Sebidang di 19 Lokasi Bakal Segera Dimulai

Itulah aset potensial yang dirangkum menjadi satu produk untuk ditawarkan kepada investor. ’’Perusahaan telekomunikasi juga bisa karena menaranya disewakan kepada pihak lain,’’ tuturnya.

Yang terpenting, sesuai dengan persyaratan minimal, aset properti berpenghasilan sewa untuk kemudian dikumpulkan sebagai instrumen DIRE itu senilai Rp 50 miliar. ’’Secara umum, negara kita ini masih akan memulai. Ruang tumbuh DIRE masih sangat besar. Potensinya banyak,’’ yakin Poltak. (gen/c19/sof/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Freeport Tahun Ini Untung USD 1,6 Miliar, Indonesia Kebagian Berapa?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler