Neraca Dagang Indonesia Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah

Kamis, 16 Mei 2019 – 10:46 WIB
Ilustrasi BPS. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami defisit sebesar USD 2,50 miliar.

Angka itu merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Defisit didorong nilai ekspor yang turun lebih dalam dibanding impor.

BACA JUGA: Mampukah Neraca Dagang Surplus pada Kuartal II?

Pada April lalu, nilai ekspor tercatat USD 12,6 miliar. Angka tersebut turun 13,10 persen dibanding ekspor pada April 2018.

BACA JUGA: Mampukah Neraca Dagang Surplus pada Kuartal II?

BACA JUGA: Strategi Pemerintah Antisipasi Penyusutan Impor dan Ekspor

Impor yang tercatat USD 15,10 miliar juga turun, tetapi hanya 6,58 persen secara year-on-year (yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, hal itu disebabkan beberapa faktor.

BACA JUGA: Neraca Dagang Indonesia Surplus Rp 4,7 Triliun

Yakni, ekspor yang melemah sekaligus meningkatnya impor menjelang Ramadan yang jatuh pada Mei.

“Namun, ini perlu diantisipasi karena tantangan perdagangan global ke depan semakin sulit akibat perang dagang,’’ katanya, Rabu (15/5).

Ekonom Bank Mandiri Dendi Ramdani mengungkapkan, defisit neraca dagang pada April lalu dipicu anjloknya kinerja ekspor, khususnya komoditas batu bara dan CPO.

Selain dua komoditas tersebut, sambung Dendi, ekspor migas turun cukup dalam.

’’Ini (defisit) karena efek harga dua komoditas yang anjlok,’’ jelasnya.

Dendi memprediksi kinerja neraca dagang belum akan membaik di semester kedua tahun ini.

Dia menyebut cukup sulit bagi ekspor untuk recovery karena harga komoditas diperkirakan masih rendah.

Karena itu, pihaknya menilai harus ada alternatif komoditas ekspor selain CPO dan batu bara.

’’Ekspor alternatif yang digenjot seperti garmen atau otomotif untuk mengompensasi penurunan komoditas,’’ tambahnya. (rin/ken/agf/c15/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Strategi Pemerintah Pangkas Defisit Neraca Perdagangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler