NODA DUNIA PENDIDIKAN: Siswa SMA Ditembak Kawan Sekolah

Kamis, 14 Januari 2016 – 07:53 WIB

jpnn.com - MUARADUA – Dua pelajar SMAN 2 Pulau Beringin, OKU Selatan, Sumsel, yakni Erpan (19) dan Asep (19) ditembak dan dibacok Jn, teman sekolah mereka.

Kejadiannya Selasa (12/1), usai pulang sekolah. Tempat kejadian perkara (TKP) sekitar 200 meter dari sekolah. Informasinya, pengeroyokan itu terjadi gara-gara sepatu. Bermula dari Asep yang meminjam sepatu milik Jn. Usai dipakainya, sepatu itu dikembalikan dalam kondisi tidak dicuci terlebih dahulu.

BACA JUGA: Resmi, Diterapkan Nomor Induk Dosen Khusus

Jn merasa tersinggung. Lalu terjadi cekcok mulut antara keduanya, tapi telah diredam dan  didamaikan pihak sekolah. Rupanya, selisih paham itu berlanjut usai mereka pulang sekolah. Asep yang pulang dibonceng temannya Erpan dicegat Jn dan sekitar lima temannya.

“Waktu kami nak balek, 200 meter dari sekolah dicegat mereka,” kata Erpan. Dia tertembak di leher belakangnya dengan senapan angin, sedangkan Asep dibacok beberapa kali.

BACA JUGA: PARAH! Sekolah Unggulan tapi Siswa Belajar di Lapangan

“Belum belum tahu siapo yang nembak samo bacok kami, setelah itu aku belari, dak tahu kejadian selanjutnyo,” ungkap Erpan.

Usai menembak dan membacok keduanya, Jn dan kawan-kawannya melarikan diri. Erpan dilarikan ke RS Antonio dan Asep ke RSUD Baturaja.

BACA JUGA: Menang di PTUN, Retno tak Otomatis jadi Kepala Sekolah lagi

Kepala SMA Negeri 2 Pulau Beringin, Erlianah SPd menyatakan, perkelahian itu terjadi di luar jam sekolah. “Kedua korban memang benar murid kami,” ujarnya.

Menurut Erliana, pihak sekolah sebelumnya telah mendamaikan Jn dan Asep yang terlibat cekcok mulut. “Kami tidak menyangka kalau akan berlanjut usai pulang sekolah,” imbuhnya.

Kata Erlianah, pihaknya akan mengadakan rapat dan memanggil orang tua korban maupun para pelaku. Pihak sekolah telah membesuk Asep dan Arpan yang dirawat di RSUD Baturaja dan RS Antonio.

“Kondisi keduanya mulai membaik, tapi masih harus dirawat inap,” jelasnya. Erlianah meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anak-anak mereka.

“Kalau dalam sekolah dan saat jam belajar, mereka jadi tanggung jawab kami. Setelah itu, orang tualah yang berperan penting,” imbuhnya.

Kasat Reskrim OKU Selatan AKP Sujiman mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait pengeroyokan itu. “Mungkin laporannya ada di polsek, ke kami belum ada,” tandasnya. (dwa/ce2/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duh, Dinas Pendidikan Tak Punya Anggaran Beasiswa S-1 untuk Guru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler