November-Desember Diprediksi Hujan Lebat, Begini Penjelasannya

Jumat, 21 Oktober 2016 – 19:14 WIB
AWAN LOKAL:Mendung menyelimuti langit Balikpapan Barat.Hujan bulan ini masih belum merata. Foto: GUSTI AMBRI/KALTIM POST/JPNN.com

jpnn.com - BALIKPAPAN -  Intensitas hujan di Balikpapan sepanjang Oktober ini bisa dibilang tidak menentu. Hal ini dipengaruhi belum adanya angin barat. 

Justru sempat terjadi angin mengarah ke selatan karena taifun di Filipina. Ini menyebabkan sulit terjadi pembentukan awan hujan dalam beberapa hari terakhir. 

BACA JUGA: Belasan Tour Operator Eropa Terpesona Budaya Batak

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Imam Mashudi mengatakan hujan yang terjadi bulan Oktober ini lebih banyak karena faktor lokal. 

Seperti angin darat dan angin laut. Sehingga curah hujan hanya hujan ringan dan pada wilayah yang tak begitu luas. Tidak merata. 

BACA JUGA: Tega Amat ya, Urus Surat Kematian Dimintai Rp 250 Ribu

"Kondisi ini dipastikan aman bagi nelayan untuk melaut. Karena frekuensi hujan jarang dan tinggi gelombang kurang dari 0,75 meter,” ujarnya seperti diberitakan Kaltim Post (Jawa Pos Group). 

Ia memprediksi November dan Desember mendatang baru ada angin dari arah barat, yang menyebabkan potensi hujan turun dengan frekuensi yang sering dan lebat. 

BACA JUGA: Tol Trans Jawa, Warga Ogah Lepas Tanahnya Rp 191 Ribu per Meter Persegi

Dalam kondisi itu baru nelayan maupun kapal penyeberangan harus mulai waspada. 

"Saat ini tinggi gelombang masih di bawah 0,75 meter. Jadi, aman untuk melaut dan berlayar bagi kapal-kapal kecil. Kalau sudah diatas 0,75 hingga 1 meter ke atas waspada. Gelombangnya bisa berbahaya dan menyebabkan guncangan hebat," tutupnya. (*/ane/rsh/k15/sam/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demo Anti-Ahok di Bandung: Kapolri Harus Mundur!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler