Pabrik Amunisi Yaman Meledak, 110 Orang Tewas

Selasa, 29 Maret 2011 – 09:17 WIB

SANA"A - Sebuah ledakan hebat pada pabrik amunisi di kawasan selatan Yaman, menggemparkan warga Kota Jaar, Provinsi Abyan, kemarin (28/3)Semula, dilaporkan 78 orang tewas akibat ledakan di pabrik yang sempat diduduki kelompok militan Al Qaidah dan dijarah warga setempat pada Minggu lalu (27/3) tersebut. 

Tetapi, dokter di sebuah rumah sakit menginformasikan bahwa korban tewas telah mencapai sedikitnya 110 orang

BACA JUGA: Salah Baca, Tetap Berbahaya

Korban tewas itu termasuk perempuan dan anak-anak
Namun, korban jiwa terbanyak adalah laki-laki

BACA JUGA: Kadhafi Terdesak di Kota Kelahiran

"Kemungkinan besar jumlah korban tewas akan terus bertambah," ungkap Nasser al-Mansari, seorang pejabat setempat, dalam wawancara dengan Agence France-Presse (AFP)


Ledakan itu terjadi saat aparat sedang memeriksa bagian dalam pabrik

BACA JUGA: Abbas dan Hamas Bahas Persatuan

Beberapa warga juga berada di sana untuk mencari sisa-sisa amunisi dan senjata yang tertinggalTiba-tiba, sebuah ledakan mengguncang pabrik tersebutPuluhan orang di dalamnya pun terpental ke udaraPabrik amunisi itu sontak berubah menjadi lautan darah.

Serpihan tubuh para korban berceceranWarga yang tinggal dekat pabrik amunisi itu pun panikMereka berhamburan ke luar rumah dan menjauhi lokasi ledakanSebaliknya, polisi dan militer langsung dikerahkan ke tempat kejadian

Hingga tadi malam WIB, petugas belum bisa membeber penyebab ledakan tersebutTidak jelas apakah ledakan itu berasal dari bom, amunisi yang masih tersisa di dalam pabrik, ataukah ranjau yang sengaja dipasang Al Qaidah di lokasi tersebutTetapi, kuat dugaan ledakan itu merupakan ketidaksengajaanBisa jadi ledakan tersebut dipicu oleh warga atau aparat yang memeriksa sisa amunisi di sana

Sejak Minggu lalu, Jaar dan kota-kota sekitar menjadi target Al QaidahHal itu terjadi setelah sekitar 30 pria bersenjata dan mengenakan penutup kepala menyerbu pabrik amunisiMereka lantas mengambil senjata dari pabrik tersebutSelanjutnya, mereka melarikan diri dengan menumpang empat mobilTidak lama kemudian, beberapa warga datang ke pabrik dan menjarah senjata serta amunisi yang tersisa

Di Yaman, membawa senjata justru memberikan gengsi bagi wargaKarena itu, tidak heran jika di negara yang berpenduduk sekitar 24 juta jiwa tersebut hampir seluruh pria dewasa memiliki senjataKepemilikan senjata di negeri yang sedang digoyang protes anti pemerintah itu mengundang keprihatinan Amerika Serikat (AS)Apalagi, Al Qaidah Semenanjung Arab (AQAP) punya pengaruh kuat di sana

"Saya rasa itu masalah yang cukup seriusSebab, AQAP dan cabangnya sangat aktif di wilayah tersebut," kata Menteri Pertahanan AS Robert GatesDia khawatir revolusi sipil yang terus bergulir di Yaman berujung pada lengsernya Presiden Ali Abdullah SalehSebab, selama ini, rezim Saleh lah yang mendukung AS dalam kampanye antiteror di Yaman dan Semenanjung Arab(AP/AFP/hep/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Evakuasi Korban Gempa Myanmar Terkendala


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler