Pakai Ritual Adat, Warga Janji Sayangi Satwa

Senin, 13 November 2017 – 15:06 WIB
Pelepasliaran satwa Kura-kura di Timika. Foto: KSDAE for JPNN.com

jpnn.com, TIMIKA - Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan kerja di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan unit kerjanya menembus hingga ke pelosok Nusantara.

Tidak hanya menjaga kekayaan alam, namun juga kekayaan makhluk hidup lainnya, seperti satwa liar. Bertempat di Mile Point 21 Departemen Enviromental – PT Freeport Indonesia, pihak Departemen Enviro dilaporkan telah menyerahkan kembali satwa liar yang dititip rawatkan oleh pihak KSDA-SKW II Timika.

BACA JUGA: Keren, KLHK Pantau Pengendalian Karhutla Via Online

Selanjutnya satwa liar berupa kura-kura ini diserahkan kepada pihak Taman Nasional Lorentz-SPTN I Timika, untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya yaitu di kawasan TN Lorentz.

Adapun satwa liar tersebut terdiri dari 129 kura kura moncong babi (carettochelys insculpta), tiga ekor kura kura dada merah (emydura subglobosa), dan satu ekor kura kura dada putih (elseya banderhorstii).

BACA JUGA: Mangga Unik dari Petani untuk Menteri Siti

Adapun lokasi pelepasliaran tersebut yaitu di Kampung Nakai. Secara administratif, Kampung Nakai masuk dalam wilayah Kabupaten Asmat, dan salah satu kampung yang berada dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang menjadi wilayah kerja dari SPTN I Timika.

Dalam informasi yang disampaikan Polisi Kehutanan SPTN I Timika Taman Nasional Lorentz, Rudy Masach, adapun para pihak yg terlibat dalam pelaksanaan pelepasan satwa ini adalah BBKSDA Papua-SKW II Timika, BTN Lorentz-SPTN I Timika, PT Freeport Indonesia-Departemen Enviromental, Lestari Lorentz Lowlands dan Komunitas Pencinta Satwa-PANIC.

BACA JUGA: Menteri Siti Dengarkan Curahan Hati Petani

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 7-8 November 2017 lalu dengan menggunakan 3 speed boat dan menempuh waktu kurang lebih 5-6 jam perjalanan menuju Kampung Nakai.

Kedatangan tim repatriasi disambut baik oleh masyarakat dan tokoh masyarakat kampung Nakai. Sungai Topap wilayah kampung Nakai dipilih menjadi tempat pelepasan satwa liar, diawali ritual adat oleh Titus, salah satu tokoh masyarakat kampung Nakai.

''Kami yang punya tempat dan kami sayang dengan hewan ini. Kami akan jaga buat kami punya anak cucu,'' kata Titus dalam sambutannya.

Pada malam harinya, tim repatriasi melakukan sosialisasi dengan diawali pemutaran film tentang keanekaragaman satwa dan budaya masyarakat dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lucunya, Bayi Orangutan Liar Betina Lahir di Aceh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler