Paling Banyak Akibat Seks Bebas

Rabu, 23 November 2016 – 00:55 WIB
Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com - PALU – Jumlah penderita virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Palu meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2016 ini, sejak Januari hingga November, sudah 79 orang dinyatakan positif terinfeksi HIV di wilayah Kota Palu.

BACA JUGA: Honorer Harus Didaftarkan sebagai Peserta BPJS Kesehatan

Dari jumlah itu, 11 orang telah meninggal dunia, 32 orang dinyatakan mengidap AIDS, dan sisanya HIV.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Palu, Siti Djaroh SKM Mkes mengatakan, penderita HIV di Kota Palu terbanyak dari kelompok usia produktif. Yaitu usia 19 hingga 49 tahun.

BACA JUGA: TPP Pukul Rata, Semua Pegawai Rp 1 Juta

Dan media penularan virus penyebab penyakit AIDS itu rata-rata akibat seks bebas.

“Masa inkubasi virus HIV selama lima tahun. Jadi, jika penderita divonis HIV pada 2016, maka sejak 2011 lalu virus HIV sudah ada dalam tubuh yang bersangkutan,” jelas Siti, sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Tokoh NU: Jangan Mau Diajak Demo di Jakarta

Dia mengakui, penularan HIV yang paling cepat yakni melalui hubungan badan.

Jika salah satu pasangan telah terinfeksi, maka pasangannya yang baru ikut terinfeksi juga.

Hanya dalam waktu sekejap, maka bertambah lagi penderita HIV.

“Model penularan satu ini, menempati rangking paling atas di Kota Palu,” aku Siti.

Berikutnya penggunaan narkoba terutama melalui jarum suntik. Lalu melalui transfusi darah, serta infeksi sekunder.

Maksud dari infeksi sekunder di sini yaitu, seseorang yang karena ceroboh terkena jarum suntik yang habis digunakan menyuntik penderita HIV.

Mereka yang berpotensi jadi penderita HIV akibat infeksi sekunder, seperti tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan lainnya.

Dinkes Palu mendorong, penderita HIV harus segera terdeteksi dengan cepat. Ini penting, agar tidak semakin banyak orang terinfeksi.

“Ibarat fenomena gunung es, harus dibongkar agar diketahui angka ril penderita di Kota Palu dan penyebab penyebaran HIV,” kata Siti.

Berdasar data dari tahun 2002 hingga 2015 akhir, penderita di Kota Palu 429 orang terinfeksi. 79 di antaranya telah meninggal dunia.

Kemudian 199 orang mengidap AIDS, dan sisanya lagi HIV.

“Penyebab HIV menjadi AIDS, karena tidak ditangani dengan cepat,” ungkapnya.

Cara mencegah penularan virus HIV cukup mudah. Yaitu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Kemudian setia kepada pasangan, melakukan perlindungan diri, dan memproteksi diri apabila merasa diri berisiko.

“Yang dimaksud berisiko di sini, yaitu bagi yang merasa pernah berganti-ganti pasangan, maka harus melakukan konseling dan testing, agar diketahui siapa yang mengidap HIV,” saran Siti.

Masyarakat yang merasa tubuhnya berisiko HIV, dapat segera memeriksakan di klinik layanan Dinkes Palu.

Antara lain di Puskesmas Pantoloan, Puskesmas Talise, Pukesmas Birobuli, Pukesmas Kamonji dan Pukesmas Bulili.

“Dijamin oleh petugas. Identitasnya disembunyikan dengan sangat rahasia. Saya sendiri tidak mengetahui, siapa semua yang telah memeriksakan kesehatan di klinik milik dinas kesehatan Palu,” ujarnya. (cr1/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Angkot Bandung Bakal Dilengkapi Sistem Keamanan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler