Patroli Laut Terpadu Bea Cukai Siap Amankan Wilayah Perairan Indonesia

Rabu, 22 Maret 2023 – 13:15 WIB
Bea Cukai kembali menggelar Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea tahun 2023 pada Selasa (21/3). Foto: dok Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai kembali menggelar Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea tahun 2023 pada Selasa (21/3).

Hal itu dilakukan untuk menjalankan fungsi pengawasan dalam menjaga perbatasan laut Indonesia dari ancaman masuk dan keluarnya barang-barang ilegal dan berbahaya.

BACA JUGA: Bea Cukai Gelar Monev Perjanjian Kerja Sama dengan TNI AD, Apa Hasilnya?

Dalam melaksanakan tugasnya, Bea Cukai menggandeng kementerian/lembaga (K/L) terkait.

Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea akan melibatkan satuan kerja Bea Cukai di seluruh Indonesia, baik di wilayah barat maupun timur.

BACA JUGA: Bea Cukai Kudus Tindak Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Operasi terpadu itu digelar sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo terkait penyelundupan bale pressed yang mengganggu industri tekstil dalam negeri dan menjadi media pembawa penyakit.

"Pengawasan tetap akan dilakukan terhadap seluruh barang yang melanggar ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai,” kata Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto.

BACA JUGA: Bea Cukai Berbagi Kabar Baik Soal Penerimaan Negara dari Kepabeanan, Alhamdulillah

Nirwala menambahkan pembukaan Operasi Patroli Laut Terpadu Bea Cukai 2023 dikonsentrasikan di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Priok.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyematan brevet kehormatan patroli laut Bea Cukai kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) beserta jajaran sebagai dukungan dan kolaborasi dalam pemberantasan penyelundupan narkotika melalui jalur laut.

Menilik pelaksanaannya 2022, Patroli Laut Terpadu Bea Cukai dinilai cukup efektf karena mampu melakukan 28 penindakan pelanggaran impor dan ekspor dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 258.475.072.800 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 246.980.279.390.

Berbagai komoditas berhasil ditindak, seperti minuman mengandung etil alkohol (MMEA), bahan bakar minyak (BBM), baby lobster (BL), rokok, narkotika psikotropika dan prekrusor (NPP), kayu gergajian dan kayu teki, uang tunai, tekstil, ball pressed, serta barang campuran.

"Yang fenomenal akhir-akhir ini adalah keberhasilan operasi patroli laut Bea Cukai dan BNN dalam menggagalkan penyelundupan sebanyak 319.230 gram (309 bungkus) narkotika jenis methamphetamine (sabu-sabu) jaringan Iran di Perairan Samudera Hindia Selatan Banten," ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan ini terjadi berkat perencanaan dan strategi yang matang dengan mitigasi segala kemungkinan risiko.

"Penting adanya trust yang terjalin antara Bea Cukai dan K/L lainnya,” ungkap Nirwala.

Selain itu, dalam mengoptimalkan pelaksanaan pengawasan wilayah perairan Indonesia, Bea Cukai melakukan kerja sama dengan K/L terkait, seperti Bakamla dan TNI AL dalam Patroli Yudhistira, KPLP, Polairud, dan PSDKP dalam Operasi Sinergi Pandawa, serta BNN dalam Operasi Laut Purnama

"Bea Cukai membutuhkan dukungan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan patroli laut terpadu tahun 2023," pungkas Nirwala. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Soekarno-Hatta Membatasi Barang Bawaan Penumpang dari Luar Negeri


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler