Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi, Bukti Pemerintah Serius Mengatasi Banjir Jakarta

Kamis, 06 Mei 2021 – 11:00 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil saat meninjau progres pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Foto: Kementerian ATR/BPN.

jpnn.com, JAKARTA - Pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi merupakan upaya pemerintah menyelesaikan masalah banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur atau Jabodetabekpunjur.

Kedua bendungan kering ini menjadi Proyek Strategis Nasional Nomor 152, yang dibangun dari rencana induk pengendalian banjir (flood control).

BACA JUGA: Kementerian ATR/BPN Ungkap Modus Mafia Tanah

Upaya mempercepat pembangunan bendungan tidak terlepas dari proses pengadaan tanah yang merupakan tugas pokok dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Berdasarkan data yang didapat dari Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, progres pengadaan tanah bendungan yang berada di dalam wilayah administrasi Kabupaten Bogor tersebut sudah berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Kunjungi Menteri ATR/BPN, Komjen Agus Andrianto Tegaskan Komitmen Berantas Mafia Tanah

Yakni dengan target 944 bidang tanah dengan luas 81,25 hektare untuk Bendungan Ciawi, dan 641 bidang tanah seluas 46,70 hektare untuk Bendungan Sukamahi.

Realisasi uang ganti rugi (UGR) untuk kedua bendungan juga sudah berjalan. Realisasi UGR Bendungan Ciawi sudah mencapai 96,61 persen dengan total sejumlah 912 bidang tana. Sementara, untuk Bendungan Sukamahi sudah mencapai 94,53 persen dengan total 616 bidang tanah.

BACA JUGA: Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Pacitan, untuk Pengendalian Banjir hingga Penyedia Air Baku

Selain menyelenggarakan pengadaan tanah, Kementerian ATR/BPN juga akan melakukan pengendalian tata ruang guna mengendalikan banjir.

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, ke depan akan dilakukan pembuatan sumur resapan di sepanjang jalan tol untuk menampung air sehingga tidak langsung dialirkan ke sungai. Dia menambahkan sumur resapan nantinya akan berjarak 50 meter sampai 100 meter di sepanjang jalan tol.

“Ini merupakan upaya pemerintah mengendalikan banjir,” kata Sofyan saat bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono meninjau progres pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi di Bogor, Rabu (5/5).

Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dua bendungan tersebut dapat menampung lebih dari 6 juta kubik air. Selain ditampung, katanya, air juga dapat dikontrol sehingga tidak langsung mengalir deras ke Jakarta.

Luhut meyakini kalau dua bendungan ini sudah jadi akan mengurangi 12 persen potensi banjir di Jakarta. “Daya tampung air di Jakarta hanya 2.000 debit air sedangkan ketika banjir ada 3.000 debit air yang masuk ke Jakarta, artinya ada 1.000 debit air yang jadi permasalahan dan harus segera diatasi,” katanya.

Luhut mengatakan kerja sama antara pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan pemerintah pusat dalam hal pengendalian banjir melalui pembangunan dua bendungan itu sudah matang dan menjadi contoh kerena koordinasinya sangat bagus.

"Kami berharap Juli mendatang dua bendungan itu bisa selesai. Pekerjaan ini sangat masif yang dapat mengurangi banjir di Jakarta. Kita juga akan bekerja sama dengan Kodam untuk mendisiplinkan masyarakat kerena manfaat bendungan ini sangat baik," ujarnya.

Basuki Hadimuljono menjelaskan sebagai bendungan kering, pengoperasiannya akan berbeda dengan yang lain. Kedua bendungan ini baru akan digenangi air pada musim hujan sehingga saat musim kemarau bendungan ini akan kering.

“Dry dam di Ciawi dan Sukamahi ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia dan kedua bendungan ini bukan hanya untuk keperluan irigasi maupun air baku tetapi untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir,” jelasnya.

Hadir dalam peninjauan pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Bupati Bogor Ade Yasin, Direktur Jenderal PPTR Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang serta Kepala Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat Yusuf Purnama. (*/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Simak, Saran Romo Benny Untuk Atasi Banjir di Jakarta


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler