Pembentukan Holding BUMN Energi dan Pertambangan Molor

Jumat, 16 Desember 2016 – 00:25 WIB
Rini Soemarno. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Pembentukan holding BUMN energi dan pertambangan diprediksi molor.

Holding dua BUMN tersebut diperkirakan terbentuk kuartal pertama 2017.

BACA JUGA: Anak Buah Prabowo: Pak Presiden Jangan Anak Tirikan Antam

"Kami masih terus berupaya pembentukan holding energi dan holding pertambangan terealisasi tahun 2016. Namun, kalaupun akhirnya tidak tercapai, maka terpaksa mundur menjadi kuartal pertama 2017," kata Menteri BUMN Rini Soemarno

Rini menjelaskan, sejauh ini pembentukan holding BUMN, terutama energi dan pertambangan, masih dalam proses finalisasi.

BACA JUGA: Enam Hal di RUU Pertembakauan Ini Perlu Jadi Perhatian

"Kami masih terus membahasnya," ujar Rini.

Sebelumnya, Rini menjelaskan bahwa dirinya dengan Menkeu Sri Mulyani intensif membahas detail persiapan yang dibutuhkan untuk membentuk holding BUMN.

BACA JUGA: Antam Lakukan Penjualan Perdana Produk GFA

Pembahasan meliputi berbagai aspek. Mulai pembentukan holding dikaitkan status perusahaan hingga penyatuan aset.

Holding BUMN migas akan menyatukan dua perusahaan besar yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT PGN Tbk (Persero).

Nantinya, Pertamina akan ditetapkan sebagai perusahaan induk.

Adapun holding BUMN tambang menyatukan empat perusahaan yaitu PT Inalum (Persero), PT Bukit Asam Tbk (Perseo), PT Timah Tbk (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk (Persero).

PT Inalum akan diproyeksikan sebagai induk usaha.

Menurut data Kementerian BUMN, selain migas dan tambang, pemerintah juga mempersiapkan empat holding lainnya.

Yaitu BUMN jalan tol dan konstruksi, BUMN perumahan, BUMN pangan, BUMN perbankan dan jasa keuangan. (ers/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Misbakhun: Putusan MK Bukti Tax Amnesty Sejalan dengan Konstitusi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler